Memuat…
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH K.R.M.T WONGSONEGORO
Detail Inovasi OPD

OPERA SEMARANG (Orientasi Pasien Baru Ruang Rawat Inap dengan Senyum Melayani Ramah Berkembang)

Klik gambar untuk tampilan penuh
Rancang Bangun & Perubahan
Rumah Sakit merupakan suatu bagian sistem pelayanan kesehatan secara garis besar yang memberikan
pelayanan untuk masyarakat berupa pelayanan kesehatan mencakup pelayanan medik, pelayanan penunjang
medik, rehabilitasi medik dan pelayanan keperawatan (Herlambang, 2016). Pelayanan keperawatan merupakan
upaya untuk membantu individu secara komprehensif, yaitu baik individu tersebut dalam kondisi sehat maupun
sakit, sejak lahir hingga akhir hayat berupa pengetahuan, kemauan dan kemampuan. Pelayanan keperawatan
dimulai pada saat pasien pertama kali masuk Rumah Sakit dan perawat akan menyampaikan mengenai
ruangan, tenaga medis, tata tertib ruangan dan penyakit (Sari, Karso & Huda, 2017).
Orientasi pasien baru merupakan proses penerimaan pasien baru serta keluarga pada saat pertama kali
pasien datang (24 jam pertama) dan keadaan pasien sudah tenang. Orientasi pasien baru bertujuan untukmembina hubungan saling percaya dan memberikan informasi awal yang berhubungan dengan proses
perawatannya (Noprianty, 2018). Belum semua perawat menyadari pentingnya orientasi pasien baru.
Pelaksanaan orientasi pasien baru juga tidak terlaksana dengan baik ketika pasien tidak dapat memahami
dengan baik penjelasan yang diberikan oleh perawat. Hal ini dibuktikan oleh penelitian yang dilakukan oleh
Sari dan Rofii (2017) yang menunjukkan bahwa orientasi rutinitas bangsal dilakukan perawat dengan kategori
tidak baik yaitu sebanyak 76 orang (59,8%), hal ini membuat pasien serta keluarga tidak patuh terhadap aturan
Rumah Sakit. Pemberian informasi yang tidak lengkap saat proses orientasi dapat memicu kecemasan pasien
dan keluarga.
Ciri khas individu saat masuk di lingkungan baru yaitu mengalami cemas, timbulnya harapan-harapan
yang tidak realistis akibat kurang mendapatkan informasi yang jelas dan lengkap tentang lingkungan baru.
Lingkungan baru pasien adalah instansi pelayanan rumah sakit. Jika pasien dan keluarga tidak mendapatkan
informasi yang lengkap dan jelas tentang rumah sakit, akan terjadi peningkatan kecemasan yang menghambat
proses terapi, pasien dan keluarga tidak patuh terhadap peraturan rumah sakit, pasien tidak kooperatif,
timbulnya ketidakpuasan pasien terhadap pelayanan rumah sakit. Pemberian informasi kepada pasien dan
keluarga didapatkan saat pertama kali pasien masuk ke rumah sakit, yaitu pada proses orientasi pasien baru
yang dilakukan perawat. Orientasi oleh perawat dapat membentuk persepsi yang baik dan menciptakan koping
positif pada diri pasien terhadap masalah yang dihadapi.
RSD K.R.M.T Wongsonegoro Semarang mempunyai beberapa ruang rawat inap, salah satunya adalah
ruang Rawat Inap 4. Pelaksanaan orientasi pasien baru telah diberikan oleh perawat kepada pasien di ruang
rawat inap, namun belum dilakukan secara lengkap sesuai SOP yang berlaku. Selain itu, informasi ruangan
baik penggunaan fasilitas, hak dan kewajiban pasien, peraturan berkunjung, dokter dan perawat
penanggungjawab belum diberikan secara lengkap oleh perawat saat orientasi pasien baru. Hal ini mungkin
terjadi karena banyaknya program yang harus dilaksanakan perawat dalam waktu bersamaan, sehingga perawat
hanya memberikan orientasi pasien dengan sekedarnya. Inovasi Opera Semarang ini dibuat untuk membantu
perawat dalam memberikan orientasi pasien baru secara lebih lengkap agar pasien/keluarga dapat memperoleh
informasi yang lengkap pula. Selain itu, dengan adanya barcode pasien/keluarga juga dapat mengakses kembali
informasi yang dibutuhkan kapanpun mereka inginkan.

Inovasi OPERA SEMARANG ini dibuat karena melihat pemberian orientasi pasien baru di ruang
rawat inap yang tidak diberikan dengan lengkap dan sesuai SOP. Hal tersebut membuat pasien/keluarga
mengalami kebingungan, kecemasan dan tidak akan terjalin Bina Hubungan Saling Percaya antara
pasien/keluarga dengan perawat selama proses perawatan di rumah sakit. Tim perawat di ruang Rawat Inap
membuat rancangan sebuah inovasi agar orientasi pasien baru dapat dilaksanakan sesuai SOP dan pasien dapat
menerima informasi secara lengkap meskipun tidak diberikan secara tatap muka secara langsung oleh perawat.
Informasi ini dapat diakses kapanpun pasien/keluarga menginginkan dan dapat dibaca berulang-ulang. Tim
melakukan beberapa riset melalui literature sehingga ditetapkanlah OPERA SEMARANG (Orientasi Pasien
Baru Ruang Rawat Inap Dengan Senyum Melayani Ramah Berkembang) untuk pelaksanaan orientasi pasien
baru. Kata “Berkembang” merupakan penerapan teknologi digital barcode sebagai alat bantu untuk
memberikan orientasi kepada pasien agar dapat diakses secara mandiri kapanpun pasien/keluarga
membutuhkan informasi.
Setelah diterapkannya inovasi orientasi pasien baru dengan OPERA SEMARANG, perawat dapat
menjalankan kewajiban dan tanggungjwab dalam memberikan orientasi pasien baru yang lengkap sesuai SOP
dan pasien pun merasakan manfaat positif, yaitu dimana tingkat pengetahuan pasien terkait ruang rawat inap,
penggunaan fasilitas, hak dan kewajiban, layanan pengaduan, DPJP, PPJP, cara memcuci tangan yang benar,
peraturan rumah sakit, dan informasi lainnya menjadi meningkat. Selain itu dengan diterimanya informasi
yang lengkap saat orientasi pasien baru membuat pasien/keluarga merasa puas dan senang karena
diperlakukan dengan baik oleh tim pemberi asuhan, yairu perawat. Sehingga dapat disimpulkan dengan adanya
OPERA SEMARANG dapat meningkatkan pelayanan di RSD K.R.M.T. Wongsonegoro, khususnya di ruang
rawat inap.
Tujuan Inovasi
Inovasi OPERA SEMARANG (Orientasi Pasien Baru Ruang Rawat Inap Dengan Senyum Melayani
Ramah Berkembang) bertujuan untuk memberikan informasi secara lengkap kepada pasien/keluarga,
membina Hubungan Saling Percaya (BHSP), memberikan pelayanan prima untuk meningkatkan mutu
pelayanan dan mencapai kepuasan klien sesuai dengan visi RSD K.R.M.T. Wongsonegoro Kota
Semarang serta Misi pertama Pemerintah Kota Semarang, yaitu meningkatkan kualitas dan kapasitas
Sumber Daya Manusia yang unggul dan produktif untuk mencapai kesejahteraan dan keadilan sosial.
Manfaat Inovasi
Bagi Pasien dan Keluarga
Tersedianya media untuk pelaksanaan orientasi pasien baru berupa lembar balik dan barcode membuat
pasien/keluarga menjadi lebih mudah mendapatkan informasi secara lengkap dan sesuai selama
menjalani masa perawatan di ruang rawat inap. Selain itu, dengan informasi yang lengkap dapat
menurunkan tingkat ansietas pasien/keluarga sehingga menjadi lebih percaya kepada perawat dalam
memberikan asuhan keperawatan.
2. Bagi Petugas Kesehatan
Tersedianya media untuk pelaksanaan orientasi pasien baru dapat membantu perawat dalam
memberikan orientasi pasien baru kepada pasien/keluarga secara lengkap, sistematis, optimal dan
efisien dengan bantuan barcode
3. Bagi Rumah Sakit
Tersedianya media untuk pelaksanaan orientasi pasien baru dapat membantu meningkatkan kepuasan
klien sehingga tercapai pelayanan prima sesuai dengan tujuan organisasi
Hasil Inovasi
Berdasarkan hasil wawancara sebagai bentuk evaluasi secara langsung kepada pasien/keluarga
setelah diterapkannya OPERA SEMARANG, keluarga mengatakan menjadi lebih senang, lebih paham
dengan informasi yang ada di ruang rawat inap, pasien merasa terbantu dan menjadi lebih tenang karena
mengetahui siapa dokter yang merawat serta kapan saja jam kunjung dokter. Hal ini dikatakan
pasien/keluarga mengurangi kecemasan yang mereka rasakan selama menjalani proses perawatan.
Tahapan
Penerapan
Uji Coba
2021-07-30
Implementasi
2021-08-01