Dasar hukum inovasi SIP SEMOC (Optimalisasi Pemantauan Ibu Hamil dengan Self Monitoring Antenatal Care (SEMOC) Application) adalah Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Nomor 440/0183.A Tentang Penetapan Inovasi se-Kota Semarang.
Permasalahan : Renstra Kementrian Kesehatan tahun 2020-2024 yang mengacu Sustainable Developmental Goals (SDGs) disebutkan target angka kematian ibu tahun 2024 sebanyak 183 kasus per 100.000 KH dan target angka kematian bayi tahun 2024 sebesar 16 kasus per 1000 KH. Di Kota Semarang terdapat 16 kasus kematian ibu dan 125 kasus kematian bayi pada tahun 2022 dan meningkat pada tahun 2023 dengan AKI 16 kasus dan AKB 142 kasus. Di wilayah kerja Puskesmas Rowosari terdapat kematian ibu 2 orang pada tahun 2022 dan kematian bayi sebanyak 4 bayi. AKI dan AKB erat kaitannya dengan masalah kesehatan ibu ketika hamil, diantaranya masalah yang paling banyak ditemui yaitu ibu hamil resiko tinggi, ibu hamil anemia dan ibu hamil Kurang Energi Kronis (KEK). Data ibu hamil resiko tinggi di wilayah kerja Puskesmas Rowosari sampai dengan bulan Desember tahun 2022 cukup banyak yaitu 225 orang, ibu hamil anemia 10 orang dan ibu hamil KEK 14 orang. Oleh karena itu perlu peningkatan upaya preventif berupa skrining kesehatan ibu hamil yang sejalan dengan program “Mentari Sehat Nusantara” (MSN) Dinas Kesehatan Kota Semarang. Skrining kesehatan ibu hamil dapat dilakukan saat Antenatal Care (ANC). ANC memegang peranan penting tetapi pada pelaksanaannya masih ditemukan beberapa permasalahan. Permasalahan pelayanan ANC di Puskesmas Rowosari yaitu : Pelayanan ANC terpadu belum optimal. Pengisian buku KIA oleh tenaga kesehatan dan ibu hamil kurang tertib. Kurangnya minat ibu hamil dalam membaca informasi edukasi pada buku KIA. Kurang mudahnya akses ibu hamil dalam konsultasi pada tenaga kesehatan selain bidan.
Isu Strategis : Peraturan Presiden no.18 tahun 2020 tentang RPJMN 2020 – 2024 disebutkan arah dan kebijakan untuk meningkatkan pelayanan menuju cakupan Kesehatan semesta terutama penguatan pelayanan Kesehatan primer (Primary Health Care) dengan mendorong peningkatan Upaya promotive dan preventif didukung inovasi dengan pemanfaatan teknologi guna terwujudnya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/ Sustainable Developmental Goals (SDGs). Terdapat beberapa masalah yang belum dapat terselesaikan diantaranya Angka Kematian Ibu (AKI). Pada tahun 2024 target AKI yaitu 183 kasus per 100.000 Kelahiran Hidup sehingga untuk mendukung target penurunan AKI tersebut perlu upaya promotive yang mengoptimalkan peran serta ibu hamil dan tenaga kesehatan. Inovasi yang dilakukan ini berdampak pada RB Tematik Digitalisasi Administrasi Pemerintahan yaitu tarciptanya birokrasi tangkas dan pelayanan publik berbasis digital untuk memudahkan rakyat.
Metode Pembaharuan : Inovasi SIP SEMOC merupakan upaya untuk mengoptimalkan pelayanan Antenatal Care (ANC) terpadu di Puskesmas dan meningkatkan peran aktif ibu hamil dalam memantau kesehatan dirinya. Idealnya ANC dilakukan 6x kunjungan dengan ketentuan 2x ANC terpadu dengan dokter dan 4x dengan bidan. Sebelum dilakukan inovasi SIP SEMOC, ANC terpadu secara tatap muka di Puskesmas dengan media komunikasi buku KIA, Pengisian buku KIA kurang tertib, Ibu hamil membaca informasi edukasi melalui buku KIA, Akses ibu hamil terhadap pelayanan dokter dan petugas gizi terbatas, belum ada media digital yang spesifik untuk bidan Puskesmas memantau ibu hamil di wilayah binaannya. Setelah dilakukan inovasi maka ANC terpadu dapat dibantu secara online dengan media digital SEMOC App, ibu hamil dapat menginput hasil pemeriksaanya di SEMOC App sebagai catatan medik digital yang dimilikinya, Ibu hamil membaca informasi edukasi melalu SEMOC App, Terdapat chat konsultasi yang terhubung pada whatshapp dokter umum, dokter gigi, bidan dan nutrisionis yang direspon cepat, bidan dapat memantau ibu hamil binaanya lebih mudah melalui SEMOC App. Dampak dari Inovasi ini dapat meningkatkan pelayanan nakes dalam pemantauan kesehatan ibu hamil dan meningkatkan peran aktif ibu hamil memantau kesehatan dirinya.
Keunggulan dan Kebaruan : Keunggulan Inovasi SIP SEMOC ini menggunakan media digital yaitu SEMOC App yang berbasis web dinamis, tampilan web ini dapat menyesuaikan tampilan komputer atau tampilan seluler /hp dengan rapi, pada tampilan hp mirip dengan aplikasi. SEMOC App dapat diakses melalui browser/ google tanpa harus mengunduh dengan alamat sipsemoc-app.my.id. Target pengguna Inovasi SIP SEMOC dengan media SEMOC App ini adalah nakes dan ibu hamil di wilayah Puskesmas Rowosari sehingga lebih spesifik. Konten dalam SEMOC App berpedoman pada buku KIA sehingga sesuai dengan standar pelayanan dari KEMENKES, ibu hamil dapat memiliki e-rekam medisnya sendiri. Kebaruannya adalah terdapat tanda peringatan ibu hamil resiko preeklamsia, ibu hamil anemia dan ibu hamil KEK secara otomatis dari sistem saat ibu hamil memasukkan data hasil pemeriksaan, foto USG juga dapat dimasukkan dalam SEMOC App, ibu hamil dapat terhubung dengan nakes melalui menu konsultasi yang terhubung langsung pada whatshapp nakes Puskesmas Rowosari.
Tahapan Inovasi : Perencanaan dalam RUK dan RPK Puskesmas, Pembuatan SK Tim Inovasi SIP SEMOC, Pembuatan SOP Inovasi SIP SEMOC, Uji coba Inovasi SIP SEMOC di Poli KIA Puskesmas selama 3 bulan, Penerapan Inovasi selama 1 tahun dan sosialisasi lintas sektor secara tatap muka serta melalu media online, monitoring dan evaluasi indikator Inovasi dilakukan tiap 6 bulan. Pengembangan inovasi dengan Kerjasama lintas sektor.
<!-- x-tinymce/html -->
<!-- x-tinymce/html -->
Pelayanan ANC terpadu di Puskesmas Rowosari dapat dilaksanakan dengan optimal sesuai standar, ibu hamil mendapatkan media lain (online) sebagai pendamping buku KIA sehingga dapat menarik minat pengisian data pemantauan dan minat membaca kolom edukasi terkait kesehatan ibu hamil sesuai buku KIA. Akses terhadap tenaga kesehatan diantaranya dokter umum, dokter gigi, bidan dan petugas gizi menjadi lebih mudah dan lebih cepat melalui aplikasi.
1. Tersedianya aplikasi sesuai buku KIA yang dapat digunakan oleh ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Rowosari untuk pemantauan kehamilannya.
2. Pelayanan ibu hamil oleh dokter umum, dokter gigi, dan petugas gizi meningkat
3. Tidak ada kasus kematian ibu hamil
4. Akses Ibu hamil pada nakes Puskesmas lebih mudah dan lebih cepat
5. Skrining ibu hamil KEK, ibu hamil Anemia dan ibu hamil resiko tinggi mudah dipantau oleh bidan pendamping
6. Informasi adanya ibu hamil baru (K1) pada bidan pendamping lebih mudah karena melalui sistem aplikasi.