Semarang merupakan respons terhadap berbagai tantangan dalam pengelolaan barang persediaan yang dihadapi organisasi. Sebelum GOESSTI diimplementasikan, Bappeda mengalami sejumlah problematika mendasar yang menghambat efektivitas penatausahaan keuangan, khususnya dalam aspek pengelolaan barang persediaan sebagai salah satu komponen aset lancar dalam laporan keuangan.
Permasalahan pertama yang muncul berkaitan dengan penggunaan Microsoft Excel secara manual. Dalam praktiknya, setiap bidang di Bappeda menyusun laporan persediaan menggunakan Excel yang kemudian dikompilasi menjadi laporan tingkat OPD.
Permasalahan kedua terkait dengan Sistem Informasi Persediaan (SIP) yang disediakan oleh BPKAD Kota Semarang. Meskipun sistem ini dirancang untuk mendukung penatausahaan persediaan, dalam implementasinya masih terdapat berbagai keterbatasan signifikan.
Permasalahan ketiga berkaitan dengan SIPD yang belum terintegrasi untuk berbagai aspek pengelolaan keuangan, sistem ini belum mengakomodasi penatausahaan barang persediaan. Data persediaan belum dapat ditampilkan secara terintegrasi dalam SIPD, menciptakan gap dalam sistem informasi keuangan yang komprehensif.
Kondisi-kondisi tersebut menciptakan dampak berantai yang signifikan. Proses pelaporan keuangan menjadi lambat, rekonsiliasi data menjadi kompleks, dan yang paling krusial adalah tertundanya pengambilan kebijakan
Konsepsi Dasar Sistem
GOESSTI dirancang dengan filosofi sederhana namun powerful: menciptakan sistem pengelolaan persediaan yang terintegrasi, user-friendly, dan akuntabel dengan memanfaatkan teknologi yang sudah familiar bagi pengguna. Pemilihan Google Spreadsheet sebagai platform dasar bukan tanpa pertimbangan. Keputusan ini didasari oleh beberapa faktor strategis: pertama, familiaritas pengguna dengan interface spreadsheet yang telah menjadi bagian dari rutinitas kerja sehari-hari; kedua, kemudahan akses berbasis cloud yang memungkinkan kolaborasi real-time; ketiga, fleksibilitas customization yang tinggi tanpa memerlukan infrastruktur IT yang kompleks; dan keempat, efisiensi biaya pengembangan dan pemeliharaan sistem.
Keunggulan GOESSTI:
transaksi dalam GOESSTI dimulai dari fase inisiasi, yaitu input data awal yang dilakukan oleh Pengurus Barang OPD. Fase ini merupakan fondasi dari seluruh sistem, di mana seluruh barang persediaan yang ada dicatat ke dalam menu ITEM berdasarkan Saldo Awal periode.
Tujuan umum dari inovasi GOESSTI adalah untuk mewujudkan tata Kelola barang persediaan yang sistematis, terintegrasi dan tepat waktu melalui pemanfaatan teknologi informasi. Inovasi ini dirancang sebagai solusi untuk mengatasi fundamental dalam penatausahaan persediaan yang selama ini dilakukan secara manual menggunakan Microsoft Excel dan Sistem Informasi Persediaan (SIP) yang belum sempurna sehingga rentan terhadap kesalahan dan penyajian data yang tidak akurat. Aplikasi GOESSTI mendukung terciptanya pelaporan keuangan yang akuntabel dan juga mewujudkan transparansi pengelolaan persediaan sesuai dengan tuntutan reformasi birokrasi
Inovasi GOESSTI ini bermanfaat sebagai alat untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam pengelolaan persediaan, sehingga memudahkan pelaporan yang tepat waktu dan akuntabel. Peningkatan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan persediaan dapat terwujud melalui sistem ini yang menyajikan dashboard secara real time yang dapat memberikan informasi kondisi persediaan secara transparan dan akuntabel. Peningkatan kualitas laporan keuangan terkait persediaan melalui penyajian data yang akurat, konsisten dan ketepatan waktu dalam penyampaian laporan yang mendukung dalam pencapaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK.
Implementasi GOESSTI sebagai system pengelolaan barang persediaan digital telah mampu membantu dalam penyusunan laporan persediaan secara tepat waktu dan juga mendukung dalam penyusunan laporan keuangan Pemerintah Kota Semarang sehingga di tahun 2025 mampu mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK.