TANJUNGMASKU (Temukan dan Ajak Ibu hamil oleh nakes berkunjung ke Puskesmas Kedungmundu)
Klik gambar untuk tampilan penuh
Rancang Bangun & Perubahan
TANJUNGMASKU (Temukan dan Ajak Ibu hamil oleh nakes berkunjung ke Puskesmas Kedungmundu) adalah kegiatan pendampingan ibu hamil yang dilaksanakan semua tenaga kesehatan di Puskesmas kedungmundu. Kegiatan ini melibatkan semua tenaga kesehatan di puskesmas kedungmundu baik bidan, dokter maupun perawat sesuai dengan wilayah binaan yang sudah di tentukan.
Jumlah kematian ibu yang dihimpun dari pencatatan program kesehatan keluarga di Kementerian Kesehatan meningkat setiap tahun. Pada tahun 2021 menunjukkan 7.389 kematian di Indonesia. Jumlah ini menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun 2020 sebesar 4.627. Di puskesmas kedungmundu angka kematian ibu sebesar 5 orang di tahun 2021
inovasi “Tanjungmasku” memberikan dampak yang signifikan pada penurunan AKI karena ibu dapat terdampingi oleh tenaga kesehatan di puskesmas kedungmundu. Selain itu, kegiatan “Tanjungmasku” berperan untuk meningkatkan hasil kinerja puskesmas kedungmundu yang semula hanya tercapai 2% bisa mencapai 67 %. Sehingga kebutuhan tenaga kesehatan yang mendampingi ibu hamil bisa terpenuhi.
Melalui inovasi “Tanjungmasku” memberikan manfaat untuk ibu hamil yaitu Ibu hamil terdampingi oleh NAKES (tenaga Kesehatan) dan dapat terdeteksi lebih dini faktor resikonya sehingga ibu hamil dapat segera teratasi jika ditemukan dalam kategori resiko tinggi. Selain itu, ibu hamil dapat terdata dengan baik oleh puskesmas. Kegiatan ini juga memberikan manfaat untuk puskesmas yaitu dengan meningkatnya penilaian kinerja puskesmas (PKP).
Tujuan Inovasi
Keberhasilan program kesehatan ibu dapat dinilai melalui indikator utama Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Kematian ibu dalam indikator ini didefinisikan semua kematian selama kehamilan, persalinan, dan nifas yang disebabkan oleh pengelolaannya bukan karena sebab kecelakaan atau insidental. AKI adalah semua kematian dalam ruang lingkup tersebut di setiap 100.000 kelahiran hidup. Jumlah kematian ibu yang dihimpun dari pencatatan program kesehatan keluarga di Kementerian Kesehatan meningkat setiap tahun. Pada tahun 2021 ada kasus kematian 7.389 dan tahun 2020 4.627 kasus kematian. Di kota semarang pada tahun 2021 ada 21 kasus kematian dan 2020 17 kasus kematian. Di puskesmas kedungmundu ada kasus kematian 5 orang di tahun 2021 dan tahun 2020 1 kasus kematian. Upaya AKI dilakukan dengan menjamin agar setiap ibu mampu mengakses pelayanan kesehatan yang berkualitas, yaitu pelayanan ANC, pertolongan persalinan oleh Nakes di fasilitas kesehatan, perawatan pasca persalinan bagi ibu dan bayi, rujukan jika terjadi komplikasi, pelayanan KB dan kunjungan pendampingan ibu hamil pada tingkat puskesmas.
Sasaran dari inovasi Tanjungmasku adalah semua ibu hamil yang berada di wilayah kerja puskesmas kedungmundu bisa terdampingi oleh tenaga kesehatan sesuai dengan wilayah binaan.
Kegiatan tanjungmasku bertujuan untuk menurunkan AKI dan AKB yang ada di wilayah kerja puskesmas kedungmundu. Tanjungmasku diharapkan semua Ibu hamil dapat terdampingi oleh NAKES sehingga ibu hamil dapat terdeteksi faktor resikonya lebih dini dan dapat segera teratasi jika ditemukan dalam kategori resiko tinggi. Kegiatan ini juga bertujuan agar ibu hamil terdata oleh puskesmas.
Luas wilayah kerja puskesmas kedungmundu meliputi 7 kelurahan yaitu Sambiroto, Sendangmulyo, Tandang, Sendangguwo, Mangunharjo, Kedungmundu dan jangli. Jumlah penduduk sebanyak 143.529 jiwa dengan sasaran ibu hamil sejumlah 1726.
Dari hasil kinerja jumlah ibu hamil terdata 2020 ada 2021 di tahun 2021 ada 1673. Untuk data persalinan yang bersalin di fasilitas kesehatan pada tahun 2020 ada 1464 ibu dan di tahun 2021 ada 1234.
Manfaat Inovasi
Melalui inovasi “Tanjungmasku” memberikan manfaat untuk ibu hamil yaitu Ibu hamil terdampingi oleh NAKES (tenaga Kesehatan) dan dapat terdeteksi lebih dini faktor resikonya sehingga ibu hamil dapat segera teratasi jika ditemukan dalam kategori resiko tinggi. Selain itu, ibu hamil dapat terdata dengan baik oleh puskesmas. Kegiatan ini juga memberikan manfaat untuk puskesmas yaitu dengan meningkatnya penilaian kinerja puskesmas (PKP).
Hasil Inovasi
Inovasi Tanjungmasku berdampak pada :
Masyarakat
Kegiatan pendampingan ibu hamil pada inovasi ini dapat berdampak pada masyarakat yaitu masyarakat menjadi lebih siaga dalam mengantisipasi hal-hal yang tidak di inginkan terjadi.
Ibu hamil
Pemeriksaan ttv dan edukasi pada ibu hamil dapat memberikan manfaat yaitu dapat terdeteksinya resiko tinggi pada ibu hamil dan bisa langsung segera tertangani apabila di temukan tanda bahaya. Selain itu ibu juga merasa di perhatikan kehamilannya oleh tenaga kesehatan.
Tenaga Kesehatan
Kegiatan pendampingan ibu hamil pada inovasi ini dapat meringankan pekerjaan satu sama lain dan semua tenaga kesehatan menjadi tahu apa permasalahan dan jumlah ibu hamil dengan resiko tinggi di wilayah binaannya.
Puskesmas
Inovasi Tanjungmasku berkontribusi untuk meningkatkan penilaian kinerja puskesmas (PKP) sehingga capaian pendampingan ibu hamil diharapkan bisa 100% pada akhir tahun.
Dinas kesehatan Kota Semarang
Inovasi tanjungmasku berkontribusai untuk meningkatkan kinerja dinas kesehatan kota semarang yaitu dengan tidak menyumbang angka kematian ibu sehingga AKI dan AKB di kota semarang menurun
Pemerintah Kota Semarang
Kegiatan pendampingan ibu hamil pada inovasi ini dapat memberikan manfaat untuk pemerintah kota semarang yaitu dengan menurunya AKI dan AKB di wilayah Kota Semarang diharapkan permasalahan kesehatan di kota semarang dapat berkurang.
Metode Pelaksanaan Evaluasi :
Waktu pelaksanaan pendampingan dilakukan selama 30 hari dalam sebulan bisa di lakukan di jam kerja maupun diluar jam kerja. Tolak ukur pendampingan dilihat dari jumlah pendampingan yang di input ke dalam aplikasi SIGASPOL.
Pelaksanaan pencatatan dan pelaporan dilakukan selama 30 hari dengan cut off tanggal 3 pada bulan depannya. Tolak ukur pencatatan dan pelaporan pada aplikasi SIGASPOL dilihat dari penilaian kinerja puskesmas (PKP).
Hasil evaluasi dari inovasi Tanjungmasku memberikan rekomendasi perbaikan dan penyempurnaan secara berkelanjutan, yang telah disikapi langsung oleh Dinas Kesehatan Kota Semarang untuk meningkatkan kinerja pendampingan ibu hamil.
Inovasi tanjungmasku melibatkan lintas program yaitu tenaga kesehatan dengan profesi perawat, dokter, gizi, dokter gigi dan lain-lain. Lintas sektor yaitu kader kesehatan, pemangku wilayah, kelurahan, bidan praktik mandiri (BPM) dan masyarakat. Sehingga inovasi tanjungmasku bisa di evaluasi manfaatnya melalui survey kepuasan oleh lintas program maupun lintas sektor yang memberikan hasil sangat puas dengan inovasi tanjungmasku. Inovasi Tanjungmasku dilaksanakan setiap bulan oleh seluruh stakeholder yang terlibat.
Dengan terlaksananya inovasi Tanjungmasku berdampak pada meningkatnya kinerja pendampingan ibu hamil di wilayah kerja puskesmas sehingga membuat AKI dan AKB semakin menurun dan permasalahan kesehatan di indinesia menjadi berkurang. Inovasi tanjungmasku sangat potensial di terapkan di daerah lain dengan persoalan yang sama mengingat kasus AKI dan AKB semakin naik tiap tahunnya.