BUKU PEPAK SEMARANG (Bergerak bersama Untuk Kesehatan Umum Pekerja Perempuan Kota Semarang) merupakan inovasi kesehatan kerja untuk memantau kesehatan, penyuluhan dan pendidikan pekerja perempuan di wilayah kerja UPTD Puskesmas Candilama. dimana Wilayah kerja Puskesmas Candilama terdapat industri rumahan, toko, usaha informal, usaha formal, perusahaan, klinik dan perkantoran yang tersebar hampir di setiap Kelurahan yang mayoritas pekerjanya adalah perempuan. Kebutuhan masyarakat terutama pekerja akan pelayanan kesehatan dirasakan meningkat dari tahun ketahun. Waktu kerja yang padat membuat mereka kesulitan memperoleh informasi dan pelayanan kesehatan terutama dalam pencegahan deteksi dini penyakit dan keselamatan kerja dengan dasar hukum Undang-undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan kerja, Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan, Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2012 tentang Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja Gambaran kondisi Ibu hamil saat ini di Kota Semarang, terdapat 53% yang bekerja dan 66% ibu hamil dengan risiko tinggi. Pernyataan masalah yang muncul adalah “Akses yang terbatas dan kualitas yang rendah untuk pelayanan kesehatan ibu dan neonatal di kalangan perempuan yang bekerja di sektor formal dan informal. Data BPS tahun 2013 menunjukkan sebanyak 114 juta penduduk merupakan pekerja, atau 48?ri jumlah penduduk Indonesia secara keseluruhan yakni 237,64 juta orang. Dari angka tersebut, 68,4 juta (60%) bekerja di usaha skala mandiri, mikro dan kecil, serta 45,6 juta (40%) ada di usaha skala menengah dan besar. Menyikapi masalah ini, maka pelayanan kesehatan ibu tidak hanya sebatas pelayanan di ranah fasilitas kesehatan dan masyarakat namun juga mendekatkan akses pelayanan yaitu ke sektor informal maupun formal dengan layanan “BUKU PEPAK SEMARANG”. Pekerja perempuan di sektor formal dan informal mendapatkan keistimewaan berupa pemeriksaan kesehatan, GP2SP (Formal), POS UKK (Informal), Penyuluhan kesehatan, Konsultasi gizi dan Senam. GP2SP adalah revitalisasi dari program Gerakan Pekerja Perempuan Sehat Produktif yang pertama kali dicanangkan pada tahun 1997, dan telah disepakati oleh para pemangku kepentingan yang relevan seperti Kementerian Kesehatan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Kementerian Pemberdayaan Wanita dan Perlindungan Anak ndungan Anak Indones Indonesia, Asosiasi ia, Asosiasi Dewan Komite Nasional Indonesia, dan Dewan Pimpinan Pusat dari Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia. Program ini harus diterapkan di pabrik-pabrik guna perbaikan kesehatan dan kualitas hidup para wanita pekerja. Pekerja perempuan berperan sebagai subjek dan objek pembangunan kesehat kesehatan. Sebagai subjek pembangunan kesehatan Sebagai subjek pembangunan kesehatan pekerja perempu perempuan merupakan penentu penentu alokasi pangan alokasi pangan, penentu , penentu budaya konsumsi keluarga, konsumsi keluarga, pendidik, pendidik, perawat dan perawat dan pemelihara pemelihara di dalam keluarga. keluarga. Sebagai Sebagai objek pembangunan pembangunan kesehatan kesehatan pekerja pekerja perempuan perempuan rentan mengalami mengalami eksploitasi, mempunyai eksploitasi, mempunyai peran ganda, rentan terpapar terpapar bahaya bahaya di tempat kerja serta mengalami mengalami fase haid, hamil, melahirkan, melahirkan, nifas dan menyusui. Oleh karena itu pekerja perempuan sebagai aset bangsa, penggerak ekonomi bangsa dan pencetak generasi penerus bangsa memerlukan pengawalan dan perlindungan di bidang kesehatan. Pekerja yang sehat merupakan modal pembangunan pembangunan nasional. Tanpa nasional. Tanpa kesehatan kesehatan yang baik pekerja pekerja kita tidak akan mampu bersaing di era globalisasi saat ini. Pos Upaya Kesehatan Kerja (UKK) merupakan upaya kesehatan kerja bagi pekerja informal yang bersumberdaya dari, oleh dan untuk masyarakat pekerja itu sendiri. Kegiatan yang dilakukan meliputi upaya promotif, preventif dan pengobatan sederhana yang bersifat pertolongan pertama pada kecelakaan dan pertolongan pertama pada penyakit. Penekanan terhadap upaya promosi dan preventif guna mengubah perilaku para pekerja untuk mengurangi atau menghilangkan risiko kecelakaan dan penyakit akibat kerja, serta upaya meningkatkan kesehatan pekerja. Mengatasi masalah ini maka dibentuk inovasi BUKU PEPAK SEMARANG (Bergerak bersama Untuk Kesehatan Umum Pekerja Perempuan Kota Semarang), permasalahan yang ditemui pekerja adalah Upaya Promotif Kesehatan di tempat kerja (Pelaksanaan 5R, Poster, Pelayanan Kesehatan Reproduksi, Penyediaan Ruang ASI, Penerapan Germas dan Gizi Pekerja), Upaya Preventif di tempat kerja (Penerapan SMK3, Identifikasi Potensi bahaya, Penyediaan APD, Pemeriksaan Kesehatan Berkala, Pemeriksaan Kebugaran Jasmani, Dll.) Pelayanan kesehatan reproduksi ( Pelayanan kesehatan ibu hamil yang bekerja diperusahaan, tidak mendapatkan pelayanan ANC dan setelah melahirkan) Pemberian ASI selama waktu ditempat kerja Peningkatan status Gizi pada pekerja Penyediaan makanan melalu kantin sehat Program dari inovasi ini bisa memberikan layanan akses kesehatan lebih dekat dan mudah bagi para pekerja perusahaan yang bekerja. Adapatun tahapan yang pelaksanaan adalah sebagai berikut: PERSIAPAN Melakukan Pendataan pembinaan pekerja formal/informal pada kelompok kerja/pos ukk/perusahaan Membentuk Tim GP2SP dan Tim POS UKK Penyediaan alat dan bahan yang diperlukan Pemeriksaan Kesehatan Pekerja Advokasi dan sosialisasi /Seminar/lokakakrya Pelatihan PELAKSANAAN a. Peningkatan Status Gizi Pekerja Perempuan Pemberian Obat Gizi (Tablet Tambah Darah, Pemenuhan Kecukupan Gizi Selama Waktu Kerja) a. Pelayanan Kesehatan Reproduksi – Sebelum Hamil , Hamil, Bersalin b. Peningkatan Pemberian Asi Selama Waktu Kerja Di Tempat Kerja – Setiap tempat kerja harus menyediakan Ruang Asi dan fasilitasnya c. Penyediaan Makanan Melalui Kantin Sehat PEMBINAAN Pembinaan Terpadu, Pembinaan Teknis, Pemberian penghargaan Pada tahap persiapan ini akan dibentuk TIM GP2SP dan Pos UKK dari Puskesmas sendiri dan koordinator Perusahan yang dijadikan PIC untuk kegiatan tersebut, menyediakan peralatan dan perlengkapan yang di butuhkan serta adanya Advokasi dari dinas terkait dalam keterlibatan kegiatan GP2SP dan Pos UKK untuk mendukung terwujudnya kegiatan BUKU PEPAK.
Inovasi ini bertujuan untuk mewujudkan peningkatan kualitas penanganan kasus K3, penanganan kasus di klinik dan pelayanan pekerja wanita diperusahaan sehingga akan mendukung terciptanya sistem penanggulangan terpadu yang menyeluruh
Dengan adanya inovasi Buku Pepak di segala sektor formal dan informal sangat besar dampaknya untuk pekerja perempuan, meningkatkan jumlah layanan Kesehatan ibu hamil serta administrasi dan pencatatan lebih lengkap, untuk pelayanan wanita usia subur meningkatkan pengetahuan Kesehatan reproduksi terutama tentang Kanker serviks, kanker mamae, dan juga deteksi dini penyakit tersebut, untuk pelayanan kontrasepsi bisa dilayani lebih mudah di perusahaan dan meningkatkan cakupan PUS ber KB
Program dari inovasi ini bisa memberikan layanan akses kesehatan lebih dekat dan mudah bagi para pekerja perusahaan yang bekerja Melakukan Pendataan pembinaan pekerja formal/informal pada kelompok kerja/pos ukk/perusahaan Membentuk Tim GP2SP dan Tim POS UKK Penyediaan alat dan bahan yang diperlukan Pemeriksaan Kesehatan Pekerja Advokasi dan sosialisasi /Seminar/lokakarya Pelatihan