<!-- x-tinymce/html -->
Berdasarkan hasil pemeriksaan gigi Survei Kesehatan Indonesia 2023, prevalensi karies sebesar 82,8%. Dimana 84,8% anak usia 5-9 tahun mengalami gigi berlubang, artinya hanya 15,2% anak yang bebas karies. Menjaga kesehatan gigi anak-anak bukan hanya tentang estetika, tetapi juga berkaitan erat dengan kesehatan umum, nutrisi dan perkembangan anak.
Pada saat Puskesmas Miroto melakukan pemeriksaan Stimulasi, Deteksi, dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang ke sekolah-sekolah TK wilayah binaan, 90% anak usia pra sekolah mengalami masalah karies gigi. Namun kunjungan perawatan gigi pada anak pra sekolah usia 3-6 tahun di UPTD Puskesmas Miroto sangat rendah. Berdasarkan data Sistem Informasi Pukesmas periode 1 januari-31 desember 2022, terdapat 36 kunjungan pasien anak TK ke Poli Gigi Puskesmas Miroto. Hal ini disebabkan karena belum optimalnya upaya kesehatan gigi dan mulut pada anak TK dan PAUD wilayah binaan Puskesmas Miroto.
Sehubungan dengan hal tersebut Puskesmas Miroto melakukan terobosan bernama PARIKESIT (Pariwisata Kesehatan Puskesmas Miroto), yang terbentuk berdasarkan SK Ka. Dinkes, UPTD, dan Tim dengan konsep wisata edukasi kesehatan yang akan memberikan kesan menyenangkan sehingga anak-anak tidak takut untuk pergi ke dokter gigi dan dapat meningkatkan kunjungan Puskesmas Miroto.
Inovasi berpedoman pada prosedur sebagai berikut :
1. Berkoordinasi dengan atasan dan lintas program di UPTD Puskesmas Miroto terkait PARIKESIT
2. Memberikan OJT kepada lintas program di UPTD Puskesmas Miroto
3. Koordinasi dengan KORSATPEN untuk jadwal kunjungan anak TK/PAUD
4. Membagikan undangan dan berkoordinasi dengan sekolah
5. Menyiapkan tempat, materi, alat, dan bahan pelaksanaan
6. Melakukan penyuluhan kesehatan gigi dan mulut, pilah sampah, PHBS, dan gizi anak
7. Melaksanakan gosok gigi bersama dengan disclosing agent sebelum dan sesudah
8. Pemeriksaan gigi dengan dental unit, edukasi, dan surat pengantar untuk perawatan
9. Mengajak anak berkeliling klaster Puskesmas dan menjelaskan klaster tersebut
10. Pemeriksaan SDIDTK (pemeriksaan Stimulasi, Deteksi, dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang), permainan, dan pemberian hadiah untuk peserta aktif
11. Monitoring dan evaluasi kegiatan PARIKESIT
Beberapa keunggulan inovasi PARIKESIT antara lain meliputi aspek inovasi, nilai tambah, dan orkestrasi. Dari sisi inovasi, PARIKESIT menghadirkan konsep wisata edukasi kesehatan yang dikemas dalam bentuk games dan room tour di Puskesmas Miroto dengan suasana yang nyaman dan menyenangkan bagi anak-anak. Nilai tambah dari inovasi ini adalah pemberdayaan anak-anak TK dan PAUD di wilayah Puskesmas Miroto melalui edukasi menarik, seperti pemeriksaan kesehatan gigi, gosok gigi bersama dengan disclosing agent untuk melihat perbedaan plak, edukasi pilah sampah dari rumah, perilaku hidup bersih dan sehat, serta gizi anak sekolah. Anak-anak juga diajak berkeliling ke setiap klaster di Puskesmas Miroto untuk mendapatkan penjelasan, dilanjutkan dengan pemeriksaan SDIDTK (Stimulasi, Deteksi, Intervensi Dini Tumbuh Kembang), serta kegiatan permainan dan pemberian hadiah bagi peserta yang aktif. Dari sisi orkestrasi, PARIKESIT melibatkan kolaborasi dan kerja sama lintas sektor, termasuk Korsatpen, sekolah TK/PAUD, pemegang program UKS, program gizi, sanitarian, promosi kesehatan, dan programer SDIDTK
https://drive.google.com/file/d/1dHprwieI9T1eycS4jCwEdV3QZgdpc7q7/view
https://drive.google.com/file/d/1_tOJaIZfc16xIKJlHgXYdSa5cQ10akOp/view
https://drive.google.com/file/d/1fkGQNtGuQUaQ0TNoy-3Nn4up0unAZbD1/view
Tujuan Umum :
Tujuan inovasi PARIKESIT adalah untuk meningkatkan kunjungan perawatan gigi pada anak-anak TK dan PAUD di wilayah binaan UPTD Puskesmas Miroto sekaligus mengurangi angka prevalensi karies. Selain itu, inovasi ini bertujuan mengoptimalkan upaya kesehatan gigi dan kesehatan umum pada anak-anak tersebut. PARIKESIT juga berupaya meningkatkan kesadaran orang tua dan anak untuk rutin memeriksakan gigi ke dokter setiap enam bulan sekali. Dengan demikian, anak-anak dapat memperoleh pemeriksaan dan perawatan gigi sejak dini guna mencegah kerusakan seperti gigi berlubang, keropos, dan pembengkakan gusi.
Manfaat yang diperoleh dengan adanya Inovasi Parikesit ini adalah anak- anak jadi lebih tahu pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut sejak dini, lebih tau memilah sampah yang benar, lebih tahu tentang gizi seimbang, dan juga tentang perilaku hidup bersih sehat. Kegiatan ini membuat anak lebih tidak takut untuk pergi ke dokter dan khususnya ke dokter gigi.
Inovasi PARIKESIT berdampak dalam meningatkan angka kunjungan perawatan gigi anak pelayanan kesehatan di UPTD Puskesmas Miroto. Anak-anak TK dan PAUD agar tidak takut lagi ke dokter gigi Puskesmas. Selain itu, Inovasi PARIKESIT sangat berdampak positif dalam meningkatkan kesadaran tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi susu pada anak usia pra sekolah, sehingga kunjungan perawatan gigi pada anak pra sekolah usia 3-6 tahun di UPTD Puskesmas Miroto meningkat dari tahun ke tahun. Berikut tabel komparasi kondisi sebelum dan sesudah adanya inovasi PARIKESIT sebagai berikut :
|
No |
Indikator |
Sebelum Parikesit |
Sesudah Parikesit |
Sesudah Parikesit | ||
| Tahun 2022 | Tahun 2023 | Tahun 2024 | ||||
|
1 |
Kunjungan perawatan gigi pada anak pra sekolah usia 3-6 tahun di UPTD Puskesmas Miroto berdasarkan data SIMPUS Periode 1 Januari - 31 Desember |
36 kunjungan |
75 kunjungan (mengalami kenaikan sebanyak 108%)
|
|