DASAR HUKUM
1. Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 9 Tahun 2018 tentang Akreditasi Jurnal Ilmiah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 428);
2. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 28 Tahun 2021 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 963);
3. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2016 tentang Pedoman Penelitian dan Pengembangan di Kementrian Dalam Negeri dan Pemerintahan Daerah;
4. Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 134/E/KPT/2021 tentang Pedoman Akreditasi Jurnal Ilmiah;
5. Surat Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 0008/E5/AK.00.01/2022 Hal Perubahan Pedoman Akreditasi Jurnal Ilmiah Nasional.;
6. Peraturan Daerah Kota Semarang Nomor 14 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kota Semarang;
7. Peraturan Daerah Kota Semarang Nomor 7 Tahun 2022 Tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2023;
8. Peraturan Walikota Semarang Nomor 86 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi, serta Tata Kerja Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Semarang;
9. Keputusan Walikota Semarang Nomor 050/1203 Tahun 2022 tentang Pembentukan Tim Pengelola Jurnal Riptek Kota Semarang;
10. Surat Edaran Sekretaris Daerah Kota Semarang Nomor 481.2/2438 tanggal 11 April 2019 perihal Pemanfaatan Jurnal Riptek, yang meminta kepada seluruh organisasi pemerintah daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Semarang agar memanfaatkan Jurnal Riptek.
PERMASALAHAN
Bappeda Kota Semarang telah memiliki terbitan ilmiah berkala Jurnal Riptek yang terbit sejak tahun 2007. Sampai dengan tahun 2018, Jurnal Riptek masih berupa terbitan dengan versi cetak, sehingga jangkauan publikasinya masih terbatas dan tergantung dari jumlah serta peredaran cetaknya. Jurnal versi cetak juga masih sulit untuk dilacak seberapa besar kemanfaatannya. Kementerian Dalam Negeri melalui Surat Edaran Plt. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (BPP) Kementerian Dalam Negeri Nomor 481.2/2466/LITBANG tanggal 8 September 2017 telah mengamanatkan kepada seluruh pengelola jurnal di lingkungan Kementerian Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah, untuk beralih dari versi cetak ke versi elektronik (daring). Oleh karena itu, Jurnal Riptek dalam versi online dan terindeks dilakukan selain mengikuti amanat Kemendagri, sekaligus untuk meningkatkan jangkauan dan kebermanfaatan publikasi Jurnal Riptek melalui jurnal versi elektronik sesuai dengan kaidah-kaidah terbitan ilmiah berkala. Terget pengguna Jurnal Riptek adalah seluruh stakeholder yang melaksanakan penelitian dan memerlukan sarana publikasi Pengguna Jurnal Riptek berasal dari perguruan tinggi, praktisi, dan lembaga pemerintah yang melaksanakan penelitian yang berlokasi di Kota Semarang, namun bisa dimanfaatkan secara luas oleh stakeholder yang berkepentingan mencari publikasi hasil penelitian.
ISU STRATEGIS
Jurnal Riptek adalah sarana publikasi hasil penelitian yang merupakan salah satu kanal keterbukaan informasi publik bagi pemerintah. Jika Jurnal Riptek dapat dimanfaatkan oleh stakeholder secara luas, maka tingkat kemanfaatan Jurnal Riptek juga akan semakin besar. Upaya untuk meningkatkan kemanfaatan kebijakan pemerintah adalah salah satu upaya untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik. Upaya peningkatan kemanfaatan Jurnal Riptek termasuk dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan pada tujuan keempat Pendidikan Berkualitas dan tujuan ke tujuh belas Kemitraan untuk Tujuan. Dengan meningkatkan kualitas Jurnal Riptek, maka kualitas artikel hasil penelitian akan semakin berkualitas. Jika hasil berkualitas, maka akan berkontribusi dalam upaya mewujudkan pendidikan yang berkualitas. Kebutuhan artikel hasil penelitian akan sangat bermanfaat bagi dunia akademis/ pendidikan, karena dapat dimanfaatkan sebagai referensi untuk memperkuat penelitian yang dilakukan dikemudian hari.
METODE PEMBAHARUAN
Upaya peningkatan kualitas Jurnal Riptek dilakukan dengan cara membangun kemitraan antara Pemerintah Kota Semarang selaku pengelola jurnal, dengan perguruan tinggi sebagai mitra dalam mengelola Jurnal Riptek. Kemitraan juga terbangun dalam pemanfaatan Jurnal Riptek. Terjadi simbiosis mutualisme, antara pemerintah dengan stakeholder sebagai mitra pembangunan. Pemerintah dapat dengan mudah mewujudkan keterbukaan, transparansi, dan akuntabilitas dalam pelayanan publik. Stakeholder juga merasa terbantu dengan adanya sarana publikasi ini. Maka kualitas Jurnal Riptek harus selalu ditingkatkan, dengan demikian upaya pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya pada tujuan keempat dan tujuh belas juga akan mudah dan berkualitas.Bappeda Kota Semarang adalah sebuah lembaga yang selain memiliki fungsi perencanaan juga memiliki fungsi kelitbangan. Di dalam struktur Bappeda Kota Semarang terdapat Bidang Penelitian dan Pengembangan. Bappeda Kota Semarang juga telah mengelola dan menerbitkan sebuah jurnal yang berisi tentang berbagai tulisan hasil penelitian dari para peneliti yang memiliki keterkaitan dengan permasalahan di Kota Semarang. Jurnal yang dikelola Bappeda Kota Semarang bernama Jurnal RIPTEK dan terbit sejak tahun 2007. Jurnal RIPTEK sampai dengan hari ini masih terbit secara berkala namun masih memiliki banyak kekurangan untuk menuju cita-cita untuk menjadi sebuah jurnal yang terakreditasi secara resmi, baik nasional maupun internasional. Oleh karena itu dalam rangka mengembangkan Jurnal RIPTEK tersebut, diperlukan usaha untuk melakukan upaya peningkatan kualitas jurnal yang sesuai dengan standar internasional. Melalui kegiatan ini diharapkan akan dapat mengembangkan pengelolaan jurnal, dan artikel ilmiah di lingkungan Kota Semarang.
KEUNGGULAN/KEBAHARUAN
Melalui kegiatan ini diharapkan dapat memberikan milestone pengembangan publikasi ilmiah digital terkini sesuai dengan standar publikasi ilmiah online. Dalam jangka panjang, diharapkan melalui kajian ilmiah yang terpublikasi akan mendapatkan feedback dan menjadi ruang diskusi ilmiah guna pengembangan Kota Semarang. Saat ini publikasi hasil penelitian Indonesia di tingkat internasional masih sangat rendah, terutama publikasi di terbitan berkala (jurnal) ilmiah yang terindeks di pengindeks internasional bereputasi. Salah satu faktor penyebabnya adalah budaya menulis yang belum berkembang di masyarakat pada umumnya dan perguruan tinggi pada khususnya, dan/atau rendahnya kemauan dan kemampuan menulis hasil-hasil penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat dalam terbitan berkala ilmiah bermutu. Tidak mengherankan jika kemudian diseminasi hasil-hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat melalui terbitan berkala ilmiah nasional dan internasional masih rendah. Pengembangan budaya dan kemampuan terutama motivasi menulis menjadi suatu tantangan dan permasalahan yang harus segera dapat diatasi. Disamping itu, kewajiban publikasi ilmiah minimum di jurnal nasional terakreditasi bagi lulusan Program Magister dan minimum di jurnal bereputasi internasional bagi lulusan Program Doktor (berdasarkan Permendikbud Nomor 49 Tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi) juga harus segera disikapi dan disiapkan perangkatnya. Di sisi lain, pengelolaan terbitan berkala ilmiah juga bukan merupakan pekerjaan yang mudah. Ada tiga permasalahan umum yang dihadapi para pengelola terbitan berkala ilmiah, yaitu: (1) ketersediaan naskah bermutu, (2) pengelolaan terbitan berkala ilmiah yang tidak standar sebagaimana yang diminta oleh lembaga akreditasi dan pengindeks, dan (3) keberlanjutan pengelolaan terbitan berkala ilmiah. Jumlah naskah bermutu sangat terbatas karena pada umumnya para peneliti belum mempunyai komitmen yang cukup untuk mempublikasikan hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat melalui terbitan berkala ilmiah. Motivasi melakukan penelitian belum diimbangi dengan tanggung jawab moral sebagai peneliti untuk menyebarluaskan hasil-hasil penelitiannya yang sangat berguna bagi masyarakat luas baik untuk kepentingan praktis maupun pengembangan teoritis. Dengan dipublikasikannya hasil penelitian pada terbitan berkala ilmiah, peneliti akan mendapatkan banyak masukan dan sekaligus kesempatan untuk lebih mengembangkan penelitian pada masa-masa mendatang.
CARA KERJA INOVASI
Pengelolaan jurnal ilmiah dalam rangka mencapai target utama menjadi jurnal ilmiah yang terakreditasi nasional dan/atau jurnal yang bereputasi internasional memerlukan Sistem Manajemen dan Pengelolaan Jurnal yang efektif dan efisien. Sistem Manajemen dan Pengelolaan Jurnal ini harus mengacu kepada instrumen-instrumen dan kriteria-kriteria yang disyaratkan oleh lembaga akreditasi jurnal nasional dan lembaga pengindeks internasional. Yang lebih penting lagi adalah bahwa artikel-artikel dari jurnal harus dipublikasi secara daring (sebaiknya full text dalam format PDF). Keharusan mengunggah artikel terbitan berkala ilmiah dalam jaringan sudah diatur dalam Surat Edaran Dirjen DIKTI No. 2050/E/T/2011 tentang Kebijakan Unggah Karya Ilmiah dan Jurnal. Dengan dipublikasi secara daring terhadap artikel dari suatu terbitan berkala ilmiah, maka artikel tersebut akan sangat mudah diakses oleh pembaca baik di Indonesia maupun di dunia. Lebih menguntungkan lagi, dampak ilmiah berupa rujukan dari artikel jurnal lainnya bisa diperoleh dengan mudah karena adanya versi daring tersebut. Selain itu, kebijakan unggah karya ilmiah bagi pengelola jurnal ilmiah nasional (terakreditasi dan tidak terakreditasi) yang dikeluarkan oleh Dikti memerlukan langkah-langkah strategis untuk menindaklanjutinya. Kebijakan unggah karya ilmiah ini penting dalam rangka memberikan kemudahan dalam pemeriksaan plagiasi secara daring. Di sisi lain penerbitan jurnal juga terus meningkat seiring dengan kebijakan kelulusan magister, doktor dan kenaikan jabatan dosen dari lektor sampai guru besar harus menerbitkan artikel di jurnal. Berdasarkan data yang ada di PDII LIPI (http://issn.lipi.go.id) sampai akhir tahun 2015 sudah lebih dari 29.496 terbitan berkala mendapatkan ISSN dan sebagian besar mengajukan dalam bentuk jurnal elektronik. Sementara itu, berdasarkan pada fakta hingga bulan Desember 2015, jumlah jurnal terakreditasi nasional yang telah diakreditasi Dikti sebanyak 217 jurnal dan diakreditasi LIPI sebanyak 190 jurnal, dan baru sebanyak 23 jurnal yang terindeks di pengindeks internasional bereputasi (Scopus) sehingga dapat diakui sebagai jurnal internasional bereputasi. Banyaknya jurnal yang terbit secara elektronik harus diiringi oleh peningkatan dari sisi manajemen pengelolaan maupun substansi naskah. Peningkatan kualitas jurnal ini menjadi penting karena menjadi media diseminasi untuk proses hilirisasi hasil-hasil penelitian sebagaimana diamanatkan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. Disamping peningkatan jumlah dan kualitas riset di Indonesia, perlu dikembangkan juga media publikasi ilmiahnya agar artikelartikel yang dihasilkan dari riset tersebut tidak semuanya diajukan ke jurnal di luar negeri saja, tetapi juga didiseminasi di jurnal-jurnal yang diterbitkan di Indonesia. Di sisi lain, peningkatan aksesibilitas laman jurnal ilmiah di Indonesia menjadi sangat penting pada era global saat ini, terutama jurnal yang terakreditasi DIKTI/LIPI maupun jurnal-jurnal nasional yang belum terakreditasi dan rintisan jurnal bereputasi internasional. Peningkatan aksesibilitas laman jurnal ini dapat dipantau dengan naiknya jumlah pengunjung unik laman dari waktu ke waktu yang dapat diartikan sebagai jumlah oplah, sehingga visibility dan dampak ilmiah di mesin pencari misalnya Google Scholar semakin meningkat. Selain itu, peningkatan aksesibilitas ini juga dimonitor dari jumlah halaman dan jumlah dokumen PDF artikel jurnal daring yang tersedia dan tertangkap oleh mesin pencari. Dengan semakin banyaknya jurnal di Indonesia yang menyediakan full text artikelnya secara daring terutama yang terbitan sebelumnya, maka peluang untuk terindeksasinya jurnal tersebut di mesin pengindeks jurnal misalnya: Google Scholar, DOAJ, CABI, EBSCO, SCOPUS, Pubmed, dan lain-lain semakin bertambah. Pada akhirnya, dengan penyediaan artikel ilmiah secara daring di portal masing-masing jurnal elektronik (e-journal) di Indonesia, maka akan dapat meningkatkan jumlah sitasi terhadap hasil-hasil karya perguruan tinggi/lembaga litbang di Indonesia. Muara akhir dari sitasi ini adalah hilirisasi teknologi hasil riset ke pengguna teknologi.