KOLAK LABU (Kelompok Pemantauan Ibu Hamil Anemia dan KEK Melalui Kelas Ibu Hamil)
7 Foto
Klik gambar untuk tampilan penuh
Rancang Bangun & Perubahan
KOLAK LABU merupakan pelayanan masyarakat dengan menggunakan metode pertemuan kelompok yang membahas mengenai kesehatan pada ibu hamil dalam upaya menurunkan angka KEK dan anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas. Implementasi KOLAK LABU melalui kelas ibu hamil yang dilakukan secara komprehensif dan terintegrasi dengan lintas sectoral sehingga dapat meningkatkan mutu kegiatan kelas ibu hamil dan mencapai tujuan untuk menurunkan angka KEK dan anemia pada Ibu Hamil, dengan implementasi KOLAK LABU juga dapat mendekatkan pelayanan kesehatan dengan masyarakat. Inovasi KOLAK LABU dengan berbagai keunggulannya sangat potensial untuk diterapkan di puskesmas lain dengan persoalan yang sama. Inovasi ini melibatkan koordinasi dan kolaborasi sumber daya kesehatan (dokter, bidan, perawat, ahli gizi, petugas promosi kesehatan, petugas kesehatan lingkungan) dan lintas sektoral (kader, kelurahan, dan kecamatan). KOLAK LABU dapat terus berlanjut karena dirancang sesuai kebutuhan, karakteristik dan kondisi di UPTD Puskesmas Bangetayu. Dampak inovasi KOLAK LABU adalah 1) Mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat 2) Pelaksanaan kegiatan lebih efisien dengan dilaksanakan secara terintegrasi berbagai program dan profesi, 3) Meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai resiko anemia dan KEK pada ibu hamil, 4) Menjadi salah satu upaya dalam mencapai target kinerja dan standar pelayanan minimal Puskesmas.
Tujuan Inovasi
Stunting masih menjadi salah satu focus utama di bidang Kesehatan di Indonesia. Menurut data Riskesdas tahun 2022 presentase stunting di Indonesia sebesar 21,6%. Salah satu factor resiko stunting adalah ibu ketika hamil mengalami Kurang Energi Kronis (KEK) dan anemia, di Puskesmas Bangetayu presentase anemia dan KEK termasuk tinggi yaitu 50% ibu hamil anemia dan 17% ibu hamil KEK, angka tersebut melebihi target minimal Dinas Kesehatan Kota Semarang yaitu sebesar 7,3%. Inovasi KOLAK LABU merupakan inovasi pelayanan publik di bidang kesehatan dan tergolong kelompok umum. Pelayanan kepada masyarakat sangat beragam dan diharapkan masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan secara lebih komprehensif/ menyeluruh sebagai upaya menurunkan angka anemia dan KEK pada ibu hamil di Puskesmas Bangetayu. Puskesmas Bangetayu, terletak di Kecamatan Genuk dan lokasinya strategis karena berada di terlintasan jalan raya Kecamatan Genuk dengan adanya angkutan umum yang melewati Puskesmas. Batas - batas wilayah kerja Pukesmas Bangetayu adalah: Gambar 2.1 Peta Wilayah Puskesmas Bangetayu Luas wilayahnya adalah 244,5Ha dengan Jumlah penduduk 119,716 Jiwa, dari 6 kelurahan wilayah kerja Puskesmas Bangetayu yaitu: Bangetayu Kulon, Bangetayu Wetan, Sembungharjo, Penggaron Lor, Kudu, Karangroto. Jumlah RW 57 dengan 452 RT, dan 64 Posyandu balita dan 40 posyandu lansia yang tersebar dimasing – masing RW serta Puskesmas Bangetayu membina 605 kader kesehatan. Diseluruh kelurahan sudah terbentuk Forum Kesehatan kelurahan yang sudah melaksanakan survey mawas diri dan musyawarah masyarakat desa (MMD). Upaya peningkatan kesehatan masyarakat dapat dicapai dengan melibatkan lintas profesi yang ada di puskesmas yaitu dokter, perawat, bidan, ahli gizi, petugas kesehatan lingkungan, petugas promosi kesehatan, dan juga lintas program di Puskesmas yaitu RT/RW, kader, kelurahan hingga kecamatan. Mengatasi masalah di atas, dilahirkan inovasi KOLAK LABU. Permasalahan-permasalahan yang ditemui sebelum penyelenggaraan KOLAK LABU antara lain: Tingginya anemia pada ibu hamil sebesar 50% di wilayah kerja Puskesmas Bangetayu Tingginya KEK pada ibu hamil sebesar 17% di wilayah kerja Puskesmas Bangetayu Kesadaran masyarakat yang masih rendah mengenai resiko anemia dan KEK pada ibu hamil. Kurang adanya keterlibatan lintas sector dalam upaya menurunkan angka anemia dan KEK pada ibu hamil. Belum adanya monitoring serta evaluasi dari kelas balita yang sudah berjalan. Inovasi KOLAK LABU memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan kewaspadaan di masyarakat dan meningkatkan keikutsertaan lintas sector dalam menurunkan anemia dan KEK di ibu hamil. Adanya KOLAK LABU berkontribusi terhadap penurunan angka anemia dan KEK pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Bangetayu. KOLAK LABU bertujuan guna memberikan pelayanan komprehensif pada ibu hamil dengan anemia dan KEK serta menggerakan masyarakat untuk ikut serta dalam menurunkan angka ibu hamil anemia dan KEK.
Manfaat Inovasi
Dampak inovasi KOLAK LABU adalah 1) Mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat 2) Pelaksanaan kegiatan lebih efisien dengan dilaksanakan secara terintegrasi berbagai program dan profesi, 3) Meningkatkan kesadaran masyarakat resiko anemia dan KEK pada ibu hamil, 4) Menjadi salah satu upaya dalam menurunkan angka stunting di wilayah Puskesmas Bangetayu. Untuk lebih menjaga dan meningkatkan inovasi KOLAK LABU, inovasi ini telah dievaluasi atau dinilai oleh berbagai pihak. Evaluasi ditekankan pada sejauh mana kemampuan inovasi KOLAK LABU dalam mengoptimalkan pelayanan Kesehatan Puskesmas secara aktif serta menurunkan angka anemia dan KEK di wilayah kerja Puskesmas. Metode evaluasi yang dilakukan dengan melihat data hasil kegiatan dan evaluasi KOLAK LABU. Evaluasi juga dilihat dari form evaluasi pelaksanaan kegiatan. Hasil evaluasi memberikan rekomendasi perbaikan dan penyempurnaan secara berkelanjutan, untuk pelaksanaan KOLAK LABU lebih baik lagi kedepannya.
Hasil Inovasi
Setelah dilaksanakan, inovasi KOLAK LABU telah memberikan dampak positif bagi peningkatan pelayanan upaya kesehatan masyarakat Puskesmas Bangetayu, antara lain ditunjukkan dengan kondisi sebelum (before) and sesudah (after) berbasis indikator kinerja sebagai berikut: NO Indikator Capaian 2023 APR MEI JUNI JULI AGUSTUS SEPTEMBER 1 Hadir di kelas ibu hamil 27 60 60 53 60 60 Persentase kasus Sebelum Sesudah Sebelum Sesudah Sebelum Sesudah Sebelum Sesudah Sebelum Sesudah Sebelum Sesudah 2 Ibu hamil anemia 48,1% 29,6% 23,3% 11,6% 28,3% 16,6% 24,5% 16,9% 26,6% 21,6% 26,6% 18,3% 3 Ibu Hamil KEK 25,9% 18,5% 31,6% 22,6% 43,4% 36,6% 33,9% 28,3% 25% 23,3% 23,3% 20% Berdasarkan data di atas dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan KOLAK LABU dibuktikan dengan menurunnya angka anemia dan KEK pada ibu hamil. Kondisi ini membawa manfaat yang sangat luas di masyarakat. Masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan secara lebih komprehensif, efektif dan lebih dekat dengan masyarakat.