Memuat…
DINAS KESEHATAN
Detail Inovasi OPD

GEPUK PEPES (GERAKAN PEDULI KESEHATAN PEKERJA PEREMPUAN SEHAT)

6 Foto
Klik gambar untuk tampilan penuh
Rancang Bangun & Perubahan

Dasar Hukum:
GEPUK PEPES berlandaskan UU No. 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, selaras dengan RPJMD Kota Semarang 2021–2026 tentang peningkatan kualitas SDM unggul dan produktif, Perda no 2 tahun 2015 penurunan kematian ibu dan Bayi

Permasalahan:
53?ri 35.010 ibu hamil di Kota Semarang merupakan pekerja, dan 66% tergolong risiko tinggi. Rendahnya cakupan K1 (53%), tingginya anemia (35%), rendahnya ASI eksklusif (68%), serta tidak adanya layanan kesehatan di tempat kerja menyebabkan rendahnya produktivitas dan tingginya AKI dan AKB.

Isu Strategis:
Minimnya kebijakan inklusif perusahaan, keterbatasan layanan kesehatan kerja, dan kurangnya pelibatan pekerja perempuan dalam pengambilan keputusan menjadi isu utama.


Metode Pembaharuan

GEPUK PEPES hadir sebagai solusi terintegrasi dengan pendekatan multipihak, melalui lima strategi utama:

  1. Kemitraan Multipihak: Sinergi antara pemerintah, perusahaan, fasilitas kesehatan, dan komunitas.
  2. Advokasi Kebijakan: Mendorong perusahaan menerapkan kebijakan yang mendukung hak kesehatan reproduksi perempuan.
  3. Layanan Kesehatan di Tempat Kerja
  4. Penyediaan Fasilitas Pendukung: Ruang laktasi, makanan tambahan untuk pekerja hamil/anemia.
  5. Pemberdayaan dan Edukasi

Keunggulan dan Kebaruan:
Keunggulan:

  • Langsung menyasar tempat kerja: memudahkan akses layanan tanpa mengganggu jam kerja.
  • Berbasis kemitraan
  • Fleksibel dan adaptif: dapat diterapkan di perusahaan kecil, menengah, maupun besar.

Kebaruan:

  • Tidak bergantung pada Puskesmas datang ke perusahaan → justru meng-upgrade kapasitas klinik internal perusahaan.
  • Layanan kesehatan komprehensif berbasis tempat kerja: meliputi ANC, skrining kanker, edukasi gizi, KB aktif, hingga ruang laktasi.
  • Integrasi ke sistem manajemen perusahaan: layanan kesehatan menjadi bagian dari kebijakan dan SOP internal.

 

Tahapan Inovasi:
Meliputi sosialisasi, pendataan pekerja, pelatihan tenaga kesehatan, penyediaan fasilitas, pelaksanaan layanan terpadu, edukasi, serta monitoring dan evaluasi. Kegiatan didukung kolaborasi lintas sektor: Dinkes, Disnaker, perusahaan, dan organisasi profesi. GEPUK PEPES terbukti menurunkan angka kematian ibu (dari 19 menjadi 14 kasus), meningkatkan cakupan ANC (100%), dan menurunkan anemia ibu hamil (dari 17,2% menjadi 8,8%).

Tujuan Inovasi

Inovasi GEPUK PEPES (Gerakan Peduli Kesehatan Pekerja Perempuan Sehat) bertujuan untuk:

  1. Meningkatkan akses layanan kesehatan yang terjangkau, berkualitas, dan berkelanjutan bagi pekerja perempuan di tempat kerja, tanpa harus meninggalkan jam kerja atau mengalami potongan upah.

  2. Menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu dan bayi melalui peningkatan cakupan pemeriksaan kehamilan (ANC), penurunan prevalensi anemia, serta penguatan gizi dan kesehatan reproduksi di lingkungan kerja.

  3. Mendorong terciptanya kebijakan perusahaan yang inklusif dan ramah perempuan, yang mendukung pemenuhan hak-hak kesehatan pekerja, seperti cuti hamil, ruang laktasi, fleksibilitas jam kerja, dan kelas ibu hamil.

  4. Membangun kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, dunia usaha, fasilitas kesehatan, dan komunitas pekerja perempuan dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat, adil, dan setara.

  5. Mengintegrasikan layanan kesehatan ke dalam sistem manajemen perusahaan, dengan meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan di klinik perusahaan untuk memberikan layanan ANC, KB, skrining, serta edukasi kesehatan reproduksi.

Manfaat Inovasi

Inovasi GEPUK PEPES memberikan berbagai manfaat strategis, baik bagi pekerja perempuan, perusahaan, maupun pemerintah daerah, yaitu:

  1. Bagi Pekerja Perempuan:

    • Mendapatkan akses layanan kesehatan langsung di tempat kerja tanpa kehilangan waktu atau penghasilan.

    • Terlindungi dari risiko kesehatan melalui pemeriksaan kehamilan, skrining penyakit, dan edukasi kesehatan reproduksi.

    • Terpenuhi hak menyusui dengan tersedianya ruang laktasi yang layak.

    • Terdukung dari sisi gizi dan mental selama masa kehamilan dan menyusui.

  2. Bagi Perusahaan:

    • Meningkatkan produktvitas dan loyalitas pekerja perempuan melalui perlindungan kesehatan yang memadai.

    • Mendapat citra positif sebagai perusahaan yang mendukung kesetaraan gender dan kesehatan kerja.

    • Memiliki SOP dan kebijakan inklusif yang mendukung keberlanjutan SDM secara jangka panjang.

Hasil Inovasi

Inovasi GEPUK PEPES telah memberikan dampak nyata dalam meningkatkan akses, kualitas, dan keberlanjutan layanan kesehatan bagi pekerja perempuan di Kota Semarang. Hasil yang dicapai meliputi:

1. Hasil Antara (Output):

  • 100% ibu hamil pekerja mendapatkan layanan pemeriksaan kehamilan (ANC) terpadu di tempat kerja.

  • 100% pekerja perempuan memperoleh edukasi gizi dan skrining kesehatan reproduksi.

  • Penurunan prevalensi anemia pada ibu hamil dari 17,24% menjadi 8,8%.

  • 100% ibu menyusui pekerja dapat mengakses ruang laktasi yang layak.

  • 80% perusahaan mitra menerapkan kebijakan inklusif dan ramah perempuan.

2. Hasil Akhir (Outcome):

  • Cakupan K1 meningkat dari 53% menjadi 100%.

  • Cakupan ASI eksklusif meningkat dari 68,22% menjadi 90,6%.

  • Angka kematian ibu menurun dari 19 kasus (2018) menjadi 14 kasus.

  • Angka kematian bayi menurun dari 160 kasus menjadi 139 kasus.

  • Skrining kanker serviks dan payudara meningkat dari 0% menjadi 100%.

  • Penurunan kasus penyakit tidak menular dan menular:

    • Kasus Ca payudara turun dari 12 menjadi 1 kasus.

    • IR TBC turun dari 338 menjadi 296.

3. Dampak Strategis:

  • Terbentuknya lingkungan kerja yang sehat dan setara gender.
  • Terintegrasinya layanan kesehatan dalam sistem perusahaan, tanpa ketergantungan pada fasilitas eksternal.
  • Meningkatnya partisipasi pekerja perempuan dalam program KB dan edukasi kesehatan reproduksi.
Tahapan
Penerapan
Uji Coba
2018-01-02
Implementasi
2018-01-02