Dasar Hukum : Inovasi Pesona Srigunting menggunakan PERPRES No 72 Th 2021, PERGUB JATENG No 34 Th 2019, PERWAL No 27 Th 2022, PMK No. 97 ttg Pelayanan Kesehatan Kehamilan dan Surat Keputusan Kepala Puskesmas Bandarharjo Nomor 009/SK/I/2024 Tanggal : 04 Januari 2024 Tentang Program Inovasi Pesona Srigunting. Permasalahan : Inovasi Pesona Srigunting ini dibentuk karena permasalahan stunting juga didukung oleh faktor lainnya seperti Permasalahan KIA dan Gizi Terpadu. Isu Strategis : Inovasi Pesona Srigunting ini dibentuk sebagai Upaya penanganan kesehatan gizi terpadu yang penanganannya melibatkan kolaborasi antar program dan lintas sektor agar dapat membuat pelayanan yang maksimal bagi ibu hamil dan bayi atau balita stunting di Puskesmas Bandarharjo. Tujuan : Inovasi Pesona Srigunting dibuat sebagai salah satu Upaya untuk dapat mencegah dan mengendalikan banyaknya Kasus Stunting yang dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti faktor KIA serta faktor gizi diwilayah Puskesmas Bandarharjo yang dilakukan secara berkesinambungan dengan dukungan Lintas Sektor, Pihak Swasta, LSM, dan Masyarakat. Metode Pembaruan : Pesona Srigunting adalah Inovasi yang termasuk dalam kategori Kesehatan. Kegiatan yang dilakukan dalam sebelum adanya Inovasi ini adalah (1) Program Kelas Ibu Hamil dan Kelas Ibu Balita. (2) Pemberian PMT pada bumil KEK, CSR (Anemia) dan Balita Stunting. (3) Program Kelas Calon Pengantin. (4) Penyuluhan Remaja dengan Pemberian TTD (Tablet Tambah Darah) pada Posyandu Remaja dan Anak Sekolah. (5) IKL. (6) Kunjungan Pasien TB. (7) Program Rujukan Balita Stunting. (7) Pelayanan Daycare. (8) Program Kelas BBLR. Keunggulan : Inovasi Pesona Srigunting ini memiliki keunggulan yang berdampak positif bagi penggunanya. Terbukti dengan adanya inovasi ini penanganan kasus stunting dan permasalahan KIA di Wilayah kerja Puskesmas Bandarharjo mengalami perubahan yang signifikan. Pelayanan yang diberikan juga mampu meringankan orang tua yang memiliki bayi atau balita stunting. Selain itu pada pelayanan KIA seperti kelas Ibu Hamil, Kelas Ibu Balita dan Kelas Catin dapat membantu pengguna layanan tersebut memiliki kemudahan dalam mengakses informasi. Kebaruan Inovasi : Inovasi Pesona Srigunting memiliki beberapa kebaruan dibandingkan dengan cara lama yang telah dilakukan Puskesmas Bandarharjo untuk mencapai target dalam pengendalian kasus Stunting, yaitu : (1) Inovasi ini mampu memunculkan kolaborasi dan keterlibatan lintas sektor, pihak swasta, LSM, dan masyarakat dalam upaya pengendalian insidensi kasus stunting secara optimal, (2) Sasaran target penemuan kasus stunting lebih luas, tidak hanya terbatas pada populasi kunci atau kelompok berisiko, (3) waktu pelaksanaan kegiatan lebih fleksibel dengan adanya penambahan jam pelayanan diluar jam kerja Puskesmas, (4) kegiatan inovasi tetap bisa dilaksanakan dimasa Pandemi Covid 19. Inovasi Stategis Institusional : Kepala Puskesmas Bandarharjo serta Surat Keputusan Nomor 009/SK/I/2024 tanggal 04 Januari 2024 tentang Inovasi PESONA SRIGUNTING Strategi Sosial melalui pengembangan dan kolaborasi dengan masyarakat, kader kesehatan, jaring jejaring serta lintas sektor dengan mengadakan beberapa kegiatan diantaranya yaitu : Pertemuan Lintas Sektor Tingkat Kecamatan yang dilaksanakan 3 bulan sekali Advokasi lintas program, lintas sektor tingkat kelurahan bidang kesehatan yang dilaksanakan satu kali Petemuan Kader kesehatan yang dilakukan setiap bulan Pendampingan bayi dan balita dengan stunting/wasting serta ibu hamil yang memiliki permasalahan dengan memberikan pelayanan berupa edukasi kesehatan kelas khusus dalam penanganan permasalahan yang di hadapi serta layanan PMT yang membantu keluarga yang memiliki anak dengan masalah gizi seimbang.
Inovasi SRIGUNTING dibuat sebagai salah satu Upaya untuk dapat mencegah dan mengendalikan banyaknya Kasus Stunting yang dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti faktor KIA, faktor gizi dan faktor PTM diwilayah Puskesmas Bandarharjo yang dilakukan secara berkesinambungan dengan dukungan Lintas Sektor, Pihak Swasta, LSM, dan Masyarakat
Manfaat inovasi ini adalah 1) meningkatnya Capaian penemuan kasus stunting secara dini (dari 134 menjadi 206 pertahun, meningkat 40.3%); (2) menurunnya jumlah ibu hamil KEK (dari 114 menjadi 53 orang pertahun); (3) menurunnya kasus ibu hamil anemia (CSR) (dari 122 menjadi 36 bumil). (4) menurunnya kasus ibu hamil <20>35 tahun (dari 172 menjadi 153 bumil). (6) menurunnya kasus ibu hamil pre eklamsia (dari 28 menjadi 15 bumil). (7) meningkatnya capaian ASI Eksklusif (dari 58% menjadi 83%).
Inovasi SRIGUNTING sampai bulan Februari tahun 2024 sudah berjalan 2 tahun dan menghasilkan capaian sebagai berikut:
|
Indikator |
Sebelum Inovasi (Tahun 2022) |
Sesudah Inovasi (Tahun 2023) |
|
|
Cakupan Pemenuan Balita Stunting |
134 Balita |
206 Balita |
Meningkat 90.3 % |
|
Cakupan Ibu Hamil KEK |
114 orang |
53 orang |
Menurun 55 % |
|
Cakupan Ibu Hamil Anemia |
122 orang |
36 orang |
Menurun 80 % |
|
Cakupan Ibu Hamil <20tahun> |
61 orang |
44 orang |
Menurun 33 % |
|
Cakupan Ibu Hamil >35tahun |
172 orang |
153 orang |
Menurun 28 % |
|
Cakupan Ibu Hamil Preeklamsia |
28 orang |
15 orang |
Menurun 48 % |
|
Cakupan ASI Eksklusif |
58 % |
83% |
Meningkat 25 % |
|
Indikator |
Tahun 2022 |
Tahun 2023 |
|
Cakupan Pemenuan Balita Stunting |
134 Balita |
206 Balita |
|
Cakupan Ibu Hamil KEK |
114 orang |
53 orang |
|
Cakupan Ibu Hamil Anemia |
122 orang |
36 orang |
|
Cakupan Ibu Hamil <20tahun> |
61 orang |
44 orang |
|
Cakupan Ibu Hamil >35tahun |
172 orang |
153 orang |
|
Cakupan Ibu Hamil Preeklamsia |
28 orang |
15 orang |
|
Cakupan ASI Eksklusif |
58 % |
83% |