4.1Spesifikasi Pembuatan
Smart Infrastruktur versi mobile memerlukan beberapa kriteria spesifikasi perangkat komputer yang dapat mendukung dalam pembuatannya, berikut adalah spesifikasi perangkat komputer minimum yang dapat di gunakan:
- Perangkat Keras
- Prosesor Core i5.
- Harddisk dengan kapasitas 1TB.
- Memori komputer 8GB.
- Perangkat Lunak
- Sistem Operasi Windows 7/8/8.1/10/MacOS/Linux Dekstop.
- Sistem Operasi Android 5.1 Lollipop.
- Web Server, menggunakan Apache 2.2.4.
- Scripting, menggunakan PHP 5.2.1.
- Scripting, menggunakan Java untuk aplikasi mobile android.
- Database, menggunakan MySQL 5.0.27.
- Database Manager, menggunakan phpMyAdmin 2.9.2.
- Web Browser, menggunakan Mozilla Firefox atau Google Chrome.
- Menggunakan mobile full native, dan Android Studio untuk IDE aplikasi versi mobile android.
- Pekerjaan Pembuatan Smart Infrastruktur Versi Mobile
Sebelum sistem dibangun ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan antara lain :
- Install Java JDK.
Membutuhkan Android Studio untuk menginstal Android SDK, harus instal Java JDK terlebih dahulu. Java JDK juga akan dibutuhkan saat kita mengkompilasi aplikasi menjadi APK.
- Install Android Studio
Android Studio dibutuhkan untuk menginstall Android SDK. Setelah itu, nanti akan memiliki direktori
Android di dalam direktori
home. Direktori ini berisi Android SDK yang dibutuhkan untuk pengembangan aplikasi android.
Proses developers aplikasi tingkat lebih lanjut akan dilakukan oleh programmer dengan coding dan pengujian menghasilkan keluaran design aplikasi sebagai berikut:
1. Pengembangan Smart Infrastruktur Versi Mobile User.
4.3Pembahasan Sistem
Pada tahap ini akan dipaparkan tahap-tahap implementasi mengkonfigurasi modem agar dapat digunakan langsung ketika tertancap di router dan konfigurasi port.
- Tahap Sebelum Instalasi
Siapkan terlebih dahulu komponen-komponen cctv dan jaringan yang akan dikerjakan seperti :
- Kamera analog
- DVR
- Modem
- Router
- Kabel coaxial
- Kabel utp
4.4Tahapan Pengembangan Sistem:
Didalam pelaksanaan pekerjaan Pengembangan Aplikasi SIPU ini maka kami menyusun beberapa tahapan pelaksanaan secara sistematis guna kesuksesan di dalam tahapan pengerjaan :
- Tahapan Analisa dan Observasi Data
Disini kami melakukan pulling data yang ada, kemudian menganalisa dan memilahnya sesuai dengan kebutuhan system
- Tahapan Analisa User
Tahapan ini di gunakan untuk melakukan komunikasi Intens dengan Tim Teknis Dinas dalam menentukan content aplikasi dan bentuk report dari aplikasi yang akan di buat.
- Tahapan Perancangan Sistem
Dari hasil analisa dan komunikasi yang intensif dengan user maka di susun lah perancangan sistem yang akan di buat mulai dari struktur database, sturtur jaringan, struktur teknologi terapan yang di gunakan dan tingkat akses previllege user.
- Tahapan Presentasi Teknis
Hasil dari perancangan yang telah di sussun kemudian di presentasikan untuk dapat di cermati secara cermat dari Tim Teknis.
- Tahapan Development Sistem
Setelah di setujui oleh tim teknis maka kami akan melaksanakan proses kontruksi sistem yang akan di buat sesuai dengan KAK dan Program Kerja yang sudah di sepakati oleh kedua belah pihak.
- Tahapan Instalasi dan Ujicoba Sistem Aplikasi
3.5Flowchart Metode Kerja Pelaksanaan Pengembangan Sistem
3.6Pendekatan Sistem dan Metodologi
Metodologi dan pendekatan yang dipergunakan dalam Pengembangan Aplikasi SIPU adalah dengan memperhatikan teknologi terbaru yang berkembang pada saat ini, dengan memperhatikan kecepatan, ketepatan dan kecermatan dalam perhitungan dan pencarian data.
Kegiatan Pengembangan Aplikasi SIPU dilaksanakan dalam bentuk pembuatan sebuah aplikasi berbasis mobile ( android ) melalui tahapan-tahapan sebagai berikut :
3.6.1Pendekatan Pengembangan Sistem
Prinsip pendekatan didalam Pengembangan Pengembangan Aplikasi SIPU antara lain :
- Menggunakan prinsip pendekatan pemecahan masalah yang ada.
- Pengguna jasa dan pengembang harus berinteraksi didalam proses pengembangan sistem.
- Menentukan setiap tahapan pengembangan aplikasi yang dibreakdown didalam jadual pelaksanaan pekerjaan.
- Menentukan standarisasi pelaksaaan pekerjaan disertai dengan SOP (Standard Operational Procedure) serta didukung dengan dokumentasi kegiatan yang ada sehingga dokumentasi tersebut dapat menjadi acuan untuk pengembangan selanjutnya.
- Pendekatan sistem informasi sebagai sebuah investasi, dimana sebuah pengembangan sistem informasi harus mempunyai sifat cost – effective.
- Semua sistem dapat dinamakan Super System untuk itu Pengembangan sistem dengan mem-breakdown pekerjaan menjadi beberapa pekerjaan yang kecil, maksudnya ialah dengan memecah pekerjaan menjadi sebuah sub-system maka akan memudahkan dalam membangun sistem yang besar dan kompleks.
Untuk Pengembangan Aplikasi ini dibutuhkan metode pengembangan sistem yaitu metode waterfall
Dalam Penyusunan dibutuhkan metode pengembangan sistem yaitu SDLC. Untuk pengembangan sistem penelitian ini menggunakan model SDLC (Software Development Life Cycle). System Development Life Cycle (SDLC) adalah proses pembuatan dan pengubahan sistem serta model dan metodologi yang digunakan untuk mengembangkan sebuah sistem. SDLC juga merupakan pola yang diambil untuk mengembangkan sistem perangkat lunak, yang terdiri dari tahaptahap: rencana (planning), analisis (analysis), desain (design), implementasi (implementation), uji coba (testing) dan pengelolaan (maintenance).
Model SDLC yang dipakai dalam pengembangan system ini adalah model Waterfall. Waterfall Model atau Classic Life Cicle merupakan model yang paling banya dipakai dalam Software Enginnering (SE). Menurut Bassil (2012) disebut waterfall karena tahap demi tahap yang harus dilalui menunggu selesainya tahap sebelumnya dan berjalan berurutan.
- System / Information Engineering and Modeling
Permodelan ini diawali dengan mencari kebutuhan dari keseluruhan sistem yang akan diaplikasikan ke dalam bentuk software. Hal ini sangat penting, mengingat software harus dapat berinteraksi dengan elemen-elemen yang lain seperti hardware, database, dsb.
- Software Requirements Analysis
Proses pencarian kebutuhan diintensifkan dan difokuskan pada software. Untuk mengetahui sifat dari program yang akan dibuat, maka para software engineer harus mengerti tentang domain informasi dari software, misalnya fungsi yang dibutuhkan, user interface, dsb. Dari 2 aktivitas tersebut (pencarian kebutuhan sistem dan software) harus didokumentasikan dan ditunjukkan kepada pelanggan.
- System Design
Proses ini digunakan untuk mengubah kebutuhan-kebutuhan diatas menjadi representasi ke dalam bentuk “blueprint” software sebelum coding dimulai. Desain harus dapat mengimplementasikan kebutuhan yang telah disebutkan pada tahap sebelumnya. Seperti 2 aktivitas sebelumnya, maka proses ini juga harus didokumentasikan sebagai konfigurasi dari software.
- Implementation
Untuk dapat dimengerti oleh mesin, dalam hal ini adalah komputer, maka desain tadi harus diubah bentuknya menjadi bentuk yang dapat dimengerti oleh mesin, yaitu ke dalam bahasa pemrograman melalui proses coding. Tahap ini merupakan implementasi dari tahap design yang secara teknis nantinya dikerjakan oleh programmer. Pada tahap ini, peneliti membangun sebuah aplikasi berdasarkan desain “blueprint” yang telah dibuat. Pengembangan aplikasi ini dilakukan dari awal 25 hingga aplikasi siap dijalankan. Dari fungsi-fungsi yang dibutuhkan hingga tampilan untuk pengguna. Penjelasan lebih lengkap dari aktifitas ini terdapat pada lampiran.
- Testing / Verification
Sesuatu yang dibuat haruslah diujicobakan. Demikian juga dengan software. Semua fungsi-fungsi software harus diujicobakan, agar software bebas dari error, dan hasilnya harus benar-benar sesuai dengan kebutuhan yang sudah didefinisikan sebelumnya. Setelah proses pembangunan aplikasi selesai, peneliti melakukan pengujian padda tahap ini. Aplikasi diuji berdasarkan metode black box untuk mengetahui tingkat keberhasilan dari bagian sistem.
- Maintenance
Pemeliharaan suatu software diperlukan, termasuk di dalamnya adalah pengembangan, karena software yang dibuat tidak selamanya hanya seperti itu. Ketika dijalankan mungkin saja masih ada error kecil yang tidak ditemukan sebelumnya, atau ada penambahan fitur-fitur yang belum ada pada software tersebut. Pengembangan diperlukan ketika adanya perubahan dari eksternal perusahaan seperti ketika ada pergantian sistem operasi, atau perangkat lainnya.
3.7Metode Kerja
Kegiatan Pengembangan Pengembangan Aplikasi SIPU berbentuk tahapan-tahapan kegiatan dengan metode pendampingan penyedia jasa, yang dilaksanakan sebagai berikut:
- Tim Perancangan/Desain Sistem;
- Tim Analisis Sistem;
- Tim Pembuatan/Pemrograman Aplikasi;
- Implementasi;
- Pelaporan.
3.8Lingkup Kegiatan
Konsultan harus berusaha untuk mendapatkan informasi umum mengenai kondisi existing Prosedur dan Peraturan serta informasi-informasi lainnya yang dirasa perlu terkait dengan Pekerjaan Setting Dan Konfigurasi Live Streaming CCTV Rumah Pompa DPU di Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang, Konsultan terdiri dari Tim Teknis Teknologi Informasi yang bertanggung jawab untuk melaksanakan Perencanaan pembuatan sistem hingga Pekerjaan Setting Dan Konfigurasi Live Streaming CCTV Rumah Pompa DPU dengan lingkup kegiatan ini adalah :
1.Persiapan
Persiapan dilakukan dengan Mengumpulkan data dan Merencanakan Fungsionalitas pada Sistem Setting Dan Konfigurasi Live Streaming CCTV Rumah Pompa DPU,
- Adapun data yang harus dikumpulkan sebagai berikut :
- Streaming CCTV eksisting
Data tersebut digunakan konsultan untuk mempelajari dan memahami segala hal mengenai Streaming CCTV agar dapat lebih mudah dalam melakukan pembangunan Streaming CCTV yang baru
- adapun perencanaan tersebut meliputi
- Perencanan Streaming CCTV yang baru pada pekerjaan Setting Dan Konfigurasi Live Streaming CCTV Rumah Pompa DPU Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang.
-
2.Pelaksanaan
- Pembuatan Streaming CCTV
- mengumpulkan data inventaris CCTV rumah pompa: ip, user login, link rtsp
- memastikan setiap link rtsp CCTV berjalan baik saat streaming
- install docker dan service di vps cloud dpu
- install aplikasi embedded system stream CCTV di docker cloud
- menambahkan script duplicate stream pada aplikasi
- testing / cek resource server dan CCTV ketika di akses banyak client