Memuat…
DINAS PEKERJAAN UMUM
Detail Inovasi OPD

Streaming CCTV DPU Kota Semarang

Klik gambar untuk tampilan penuh
Rancang Bangun & Perubahan

1

Kota Semarang merupakan kota berkembang dengan infrastruktur yang terus menerus ditingkatkan dan dikembangkan untuk melayani penduduk Kota Semarang. Infrastruktur merupakan bagian penting dari kemajuan dan kualitas taraf hidup sebuah kota untuk di tinggali. Dalam kegiatan peningkatan dan pengembangan infrastruktur Kota Semarang memerlukan pengelolaan yang baik dalam hal pelaksanaan dan pengawasannya.
Dalam sebuah pelaksanaan dan pengawasan kegiatan, teknologi menjadi salah satu solusi yang terus menerus dikembangkan oleh Kota Semarang untuk memberikan transparansi data kepada masyarakat. Teknologi berperan sebagai tools atau alat bantu yang mempermudah dalam pengelolaan dan pengolahan data secara cepat dan akurat. Dengan mewujudkan transparansi publik diharapkan dapat mewujudkan sistem tata-kelola pemerintah yang baik atau Good Governance. Transparansi adalah prinsip yang menjamin akses atau kebebasan bagi setiap orang untuk memperoleh informasi tentang penyelenggaraan pemerintahan, yakni informasi tentang kebijakan, proses pembuatan dan pelaksanaannya, serta hasil-hasil yang dicapai. Transparansi mengandaikan adanya kebijakan terbuka bagi pengawasan. Sedangkan yang dimaksud dengan informasi adalah informasi mengenai setiap aspek kebijakan pemerintah yang dapat dijangkau oleh publik. Keterbukaan informasi diharapkan pada ramah politik akan menghasilkan persaingan politik yang sehat, toleran, dan kebijakan dibuat berdasarkan pada preferensi publik. Sedangkan pada ramah sosial yang lain, keterbukaan informasi yang berkenaan dengan perencanaan, penganggaran, dan monitoring serta evaluasi program, yang mudah diakses oleh masyarakat pada umumnya dan kalangan marjinal dan perempuan pada khususnya. Prinsip ini memiliki dua aspek, yaitu : (1) komunikasi publik oleh pemerintah, dan (2) hak masyarakat terhadap aspek informasi. Keduanya akan sangat sulit dilakukan jika pemerintah tidak menangani dengan baik kinerjanya. Manajemen kinerja yang baik adalah titik awal dari transparansi.
Informasi di zaman teknologi tinggi sekarang ini merupakan kata kunci, komponen utama sekaligus sangat krusial. Informasi digunakan pada seluruh tatanan kehidupan dan oleh setiap orang atau instansi dalam menganalisis permasalahan hingga melakukan pengambilan keputusan-keputusan. Pemerintah dalam hal ini adalah Pemerintah Kota Semarang berkepentingan untuk memonitor dan mengevaluasi terkait dengan Data Infrastruktur.
 
Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang adalah institusi pemerintah yang
mempunyai wewenang dan tanggung jawab dalam pengembangan prasarana di dalam kota Semarang. Pada saat ini kondisi prasarana dalam kota Semarang perlu diamati dan diteliti kondisinya agar bisa segera diambil langkah – langkah kebijakan apabila keadaannya diketahui sudah kritis sehingga tidak sampai membahayakan pengguna prasarana.
Dinas Pekerjaan Umum memiliki sebuah aplikasi berupa aplikasi mobile yang disebut dengan smart infrastruktur Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang yang telah dilakukan pembuatan sejak tahun 2017.
Pada aplikasi dan website tersebut masih terdapat fitur yang belum berjalan
dengan sempurna dan ada kendala yang dihadapi pada akhir tahun 2020 yaitu di takedown dari playstore, fitur utama yang akan di kerjakan pada pengembangan kali ini adalah fitur streaming CCTV.

Kebutuhan Pokok Sistem

Kebutuhan pokok sistem yaitu sekelompok perangkat keras dan lunak yang digunakan untuk mengembangkan/membangun aplikasi. Kegiatan Pengembangan aplikasi dalam bentuk tahapan-tahapan kegiatan, yang dilaksanakan sebagai berikut:
  1. Identifikasi Data/Analisa Data.
  2. Penyusunan Desain Sesui Hasil Identifikasi.
  3. Testing.
  4. Pengimplementasian Modul-Modul Aplikasi.
  5. Pelaporan.
 
 
Tujuan Inovasi
Maksud dari Pekerjaan Setting Dan Konfigurasi Live Streaming CCTV Rumah Pompa DPU ini dimaksudkan untuk Melakukan pengembangan Live Streaming CCTV Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang.
Tujuan dari Pekerjaan Setting Dan Konfigurasi Live Streaming CCTV Rumah Pompa DPU ini adalah Terbentuknya link baru CCTV yang belum terakomodir di pekerjaan tahun sebelumnya, serta dapat berfungsi dengan baik dan dapat digunakan oleh masyarakat.
 
Manfaat Inovasi
Pemeliharaan teknologi ini meliputi pengembangan dan juga perbaikan dari beberapa aspek yang belum maksimal dan belum optimal, untuk menjaga fitur — fitur dalam aplikasi Smart Infrastruktur Versi Mobile dapat terus bekerja maksimal dan optimal maka diperlukan adanya pekerjaan peningkatan fitur serta fungsi SIPU dalam rangka memenuhi kebutuhan permintaan masyarakat terkait dengan keterbukaan informasi dan tersedianya informasi yang lebih baik.
 
Hasil Inovasi

4.1Spesifikasi Pembuatan

Smart Infrastruktur versi mobile memerlukan beberapa kriteria spesifikasi perangkat komputer yang dapat mendukung dalam pembuatannya, berikut adalah spesifikasi perangkat komputer minimum yang dapat di gunakan:
  1. Perangkat Keras
    1. Prosesor Core i5.
    2. Harddisk dengan kapasitas 1TB.
    3. Memori komputer 8GB.
  2. Perangkat Lunak
    1. Sistem Operasi Windows 7/8/8.1/10/MacOS/Linux Dekstop.
    2. Sistem Operasi Android 5.1 Lollipop.
    3. Web Server, menggunakan Apache 2.2.4.
    4. Scripting, menggunakan PHP 5.2.1.
    5. Scripting, menggunakan Java untuk aplikasi mobile android.
    6. Database, menggunakan MySQL 5.0.27.
    7. Database Manager, menggunakan phpMyAdmin 2.9.2.
    8. Web Browser, menggunakan  Mozilla Firefox atau Google Chrome.
    9. Menggunakan mobile full native, dan Android Studio untuk IDE aplikasi versi mobile android.
 
  1. Pekerjaan Pembuatan Smart Infrastruktur Versi Mobile
Sebelum sistem dibangun ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan antara lain :
  1. Install Java JDK.
Membutuhkan Android Studio untuk menginstal Android SDK, harus instal Java JDK terlebih dahulu. Java JDK juga akan dibutuhkan saat kita mengkompilasi aplikasi menjadi APK.
  1. Install Android Studio
Android Studio dibutuhkan untuk menginstall Android SDK. Setelah itu, nanti akan memiliki direktori Android di dalam direktori home. Direktori ini berisi Android SDK yang dibutuhkan untuk pengembangan aplikasi android.
Proses developers aplikasi tingkat lebih lanjut  akan dilakukan oleh programmer dengan coding dan pengujian menghasilkan keluaran design aplikasi sebagai berikut:
 
1.  Pengembangan Smart Infrastruktur Versi Mobile User.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

4.3Pembahasan Sistem

Pada tahap ini akan dipaparkan tahap-tahap implementasi mengkonfigurasi modem agar dapat digunakan langsung ketika tertancap di router dan konfigurasi port.
  1. Tahap Sebelum Instalasi
Siapkan terlebih dahulu komponen-komponen cctv dan jaringan yang akan dikerjakan seperti :
  1. Kamera analog
  2. DVR
  3. Modem
  4. Router
  5. Kabel coaxial
  6. Kabel utp

4.4Tahapan Pengembangan Sistem:

Didalam pelaksanaan pekerjaan Pengembangan Aplikasi SIPU ini maka kami menyusun beberapa tahapan pelaksanaan secara sistematis guna kesuksesan di dalam tahapan pengerjaan :
  1. Tahapan Analisa dan Observasi Data
Disini kami melakukan pulling data yang ada, kemudian menganalisa dan memilahnya sesuai dengan kebutuhan system
  1. Tahapan Analisa User
Tahapan ini di gunakan untuk melakukan komunikasi Intens dengan Tim Teknis Dinas dalam menentukan content aplikasi dan bentuk report dari aplikasi yang akan di buat.
  1. Tahapan Perancangan Sistem
Dari hasil analisa dan komunikasi yang intensif dengan user maka di susun lah perancangan sistem yang akan di buat mulai dari struktur database, sturtur jaringan, struktur teknologi terapan yang di gunakan dan tingkat akses previllege user.
  1. Tahapan Presentasi Teknis
Hasil dari perancangan yang telah di sussun kemudian di presentasikan untuk dapat di cermati secara cermat dari Tim Teknis.
  1. Tahapan Development Sistem
Setelah di setujui oleh tim teknis maka kami akan melaksanakan proses kontruksi sistem yang akan di buat sesuai dengan KAK dan Program Kerja yang sudah di sepakati oleh kedua belah pihak.
  1. Tahapan Instalasi dan Ujicoba Sistem Aplikasi
 
 
 

3.5Flowchart Metode Kerja Pelaksanaan Pengembangan Sistem

Flow

3.6Pendekatan Sistem dan Metodologi

Metodologi dan pendekatan yang dipergunakan dalam Pengembangan Aplikasi SIPU adalah dengan memperhatikan teknologi terbaru yang berkembang pada saat ini, dengan memperhatikan kecepatan, ketepatan dan kecermatan dalam perhitungan dan pencarian data.
Kegiatan Pengembangan Aplikasi SIPU dilaksanakan dalam bentuk pembuatan sebuah aplikasi berbasis mobile ( android ) melalui tahapan-tahapan sebagai berikut :

3.6.1Pendekatan Pengembangan Sistem

Prinsip pendekatan didalam Pengembangan Pengembangan Aplikasi SIPU antara lain :
  1. Menggunakan prinsip pendekatan pemecahan masalah yang ada.
  2. Pengguna jasa dan pengembang harus berinteraksi didalam proses pengembangan sistem.
  3. Menentukan setiap tahapan pengembangan aplikasi yang dibreakdown didalam jadual pelaksanaan pekerjaan.
  4. Menentukan standarisasi pelaksaaan pekerjaan disertai dengan SOP (Standard Operational Procedure) serta didukung dengan dokumentasi kegiatan yang ada sehingga dokumentasi tersebut dapat menjadi acuan untuk pengembangan selanjutnya.
  5. Pendekatan sistem informasi sebagai sebuah investasi, dimana sebuah pengembangan sistem informasi harus mempunyai sifat cost – effective.
  6. Semua sistem dapat dinamakan Super System untuk itu Pengembangan sistem dengan mem-breakdown pekerjaan menjadi beberapa pekerjaan yang kecil, maksudnya ialah dengan memecah pekerjaan menjadi sebuah sub-system maka akan memudahkan dalam membangun sistem yang besar dan kompleks.
Untuk Pengembangan Aplikasi ini dibutuhkan metode pengembangan sistem yaitu metode waterfall
Dalam Penyusunan dibutuhkan metode pengembangan sistem yaitu SDLC. Untuk pengembangan sistem penelitian ini menggunakan model SDLC (Software Development Life Cycle). System Development Life Cycle (SDLC) adalah proses pembuatan dan pengubahan sistem serta model dan metodologi yang digunakan untuk mengembangkan sebuah sistem. SDLC juga merupakan pola yang diambil untuk mengembangkan sistem perangkat lunak, yang terdiri dari tahaptahap: rencana (planning), analisis (analysis), desain (design), implementasi (implementation), uji coba (testing) dan pengelolaan (maintenance).
Model SDLC yang dipakai dalam pengembangan system ini adalah model Waterfall. Waterfall Model atau Classic Life Cicle merupakan model yang paling banya dipakai dalam Software Enginnering (SE). Menurut Bassil (2012) disebut waterfall karena tahap demi tahap yang harus dilalui menunggu selesainya tahap sebelumnya dan berjalan berurutan.

 
  1. System / Information Engineering and Modeling
Permodelan ini diawali dengan mencari kebutuhan dari keseluruhan sistem yang akan diaplikasikan ke dalam bentuk software. Hal ini sangat penting, mengingat software harus dapat berinteraksi dengan elemen-elemen yang lain seperti hardware, database, dsb.
  1. Software Requirements Analysis
Proses pencarian kebutuhan diintensifkan dan difokuskan pada software. Untuk mengetahui sifat dari program yang akan dibuat, maka para software engineer harus mengerti tentang domain informasi dari software, misalnya fungsi yang dibutuhkan, user interface, dsb. Dari 2 aktivitas tersebut (pencarian kebutuhan sistem dan software) harus didokumentasikan dan ditunjukkan kepada pelanggan.
 
 
  1. System Design
Proses ini digunakan untuk mengubah kebutuhan-kebutuhan diatas menjadi representasi ke dalam bentuk “blueprint” software sebelum coding dimulai. Desain harus dapat mengimplementasikan kebutuhan yang telah disebutkan pada tahap sebelumnya. Seperti 2 aktivitas sebelumnya, maka proses ini juga harus didokumentasikan sebagai konfigurasi dari software.
  1. Implementation
Untuk dapat dimengerti oleh mesin, dalam hal ini adalah komputer, maka desain tadi harus diubah bentuknya menjadi bentuk yang dapat dimengerti oleh mesin, yaitu ke dalam bahasa pemrograman melalui proses coding. Tahap ini merupakan implementasi dari tahap design yang secara teknis nantinya dikerjakan oleh programmer. Pada tahap ini, peneliti membangun sebuah aplikasi berdasarkan desain “blueprint” yang telah dibuat. Pengembangan aplikasi ini dilakukan dari awal 25 hingga aplikasi siap dijalankan. Dari fungsi-fungsi yang dibutuhkan hingga tampilan untuk pengguna. Penjelasan lebih lengkap dari aktifitas ini terdapat pada lampiran.
 
  1. Testing / Verification
Sesuatu yang dibuat haruslah diujicobakan. Demikian juga dengan software. Semua fungsi-fungsi software harus diujicobakan, agar software bebas dari error, dan hasilnya harus benar-benar sesuai dengan kebutuhan yang sudah didefinisikan sebelumnya. Setelah proses pembangunan aplikasi selesai, peneliti melakukan pengujian padda tahap ini. Aplikasi diuji berdasarkan metode black box untuk mengetahui tingkat keberhasilan dari bagian sistem.
  1. Maintenance
Pemeliharaan suatu software diperlukan, termasuk di dalamnya adalah pengembangan, karena software yang dibuat tidak selamanya hanya seperti itu. Ketika dijalankan mungkin saja masih ada error kecil yang tidak ditemukan sebelumnya, atau ada penambahan fitur-fitur yang belum ada pada software tersebut. Pengembangan diperlukan ketika adanya perubahan dari eksternal perusahaan seperti ketika ada pergantian sistem operasi, atau perangkat lainnya.
 

3.7Metode Kerja

Kegiatan Pengembangan Pengembangan Aplikasi SIPU berbentuk tahapan-tahapan kegiatan dengan metode pendampingan penyedia jasa, yang dilaksanakan sebagai berikut:
  1. Tim Perancangan/Desain Sistem;
  2. Tim Analisis Sistem;
  3. Tim Pembuatan/Pemrograman Aplikasi;
  4. Implementasi;
  5. Pelaporan.

3.8Lingkup Kegiatan

Konsultan harus berusaha untuk mendapatkan informasi umum mengenai kondisi existing Prosedur dan Peraturan serta informasi-informasi lainnya yang dirasa perlu terkait dengan Pekerjaan Setting Dan Konfigurasi Live Streaming CCTV Rumah Pompa DPU di Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang, Konsultan terdiri dari Tim Teknis Teknologi Informasi yang bertanggung jawab untuk melaksanakan Perencanaan pembuatan sistem hingga Pekerjaan Setting Dan Konfigurasi Live Streaming CCTV Rumah Pompa DPU dengan lingkup kegiatan ini adalah :
 

1.Persiapan

Persiapan dilakukan dengan Mengumpulkan data dan Merencanakan Fungsionalitas pada Sistem Setting Dan Konfigurasi Live Streaming CCTV Rumah Pompa DPU,
  1. Adapun data yang harus dikumpulkan sebagai berikut :
  2. Streaming CCTV eksisting
Data tersebut digunakan konsultan untuk mempelajari dan memahami segala hal mengenai Streaming CCTV agar dapat lebih mudah dalam melakukan pembangunan Streaming CCTV yang baru
  1. adapun perencanaan tersebut meliputi
  2. Perencanan Streaming CCTV yang baru pada pekerjaan Setting Dan Konfigurasi Live Streaming CCTV Rumah Pompa DPU Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang.
  3.  

2.Pelaksanaan

  1. Pembuatan Streaming CCTV
  • mengumpulkan data inventaris CCTV rumah pompa: ip, user login, link rtsp
  • memastikan setiap link rtsp CCTV berjalan baik saat streaming
  • install docker dan service di vps cloud dpu
  • install aplikasi embedded system stream CCTV di docker cloud
  • menambahkan script duplicate stream pada aplikasi
  • testing / cek resource server dan CCTV ketika di akses banyak client
Tahapan
Penerapan
Uji Coba
2021-02-01
Implementasi
2021-03-15