UPTD Puskesmas Bugangan merupakan Unit Pelayanan Teknis Daerah di Dinas Kesehatan Kota Semarang. Lokasi Puskesmas Bugangan sangat strategis terletak di Jalan Musi Raya No 22 Kelurahan Bugangan Kecamatan Semarang Timur Kota Semarang. Wilayah kerja Puskesmas Bugangan terdiri dari tiga kelurahan yakni, Kelurahan Bugangan, Kelurahan Mlatiharjo, dan Kelurahan Kebonagung. Masalah yang sedang marak saat ini adalah adanya kasus stunting. Berbagai upaya dilakukan untuk mendukung penurunan kasus stunting salah satunya adalah dengan kunjungan rumah dan pemberian PMT pada balita stunting. Upaya tersebut membuahkan hasil yang baik yaitu adanya penurunan kasus stunting di wilayah kerja UPTD Puskesmas Bugangan. Stunting dapat disebabkan dari berbagai faktor salah satunya adalah berat badan anak yang tidak naik/tetap. Berat badan yang tidak naik/tetap dapat menyebabkan masalah kesehatan lain, seperti anak mudah sakit dan mengalami gangguan kesehatan, meningkatkan risiko masalah gizi, perkembangan kognitif, motorik, dan verbal pada anak kurang optimal dibandingkan dengan anak lain seusianya. Untuk itu, sebagai upaya preventif munculnya kasus stunting baru, sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2014 tentang Upaya Perbaikan Gizi, Puskesmas Bugangan melahirkan inovasi TRANSFORMER MAS GANAN, dimana inovasi ini berfokus pada balita yang memiliki berat badan tetap/tidak naik selama 3 kali berturut – turut kunjungan ke posyandu. Dengan inovasi ini diharapkan mampu menunjang peningkatan berat badan balita, sehingga mencegah munculnya kasus stunting baru. Selain itu, inovasi TRANSFORMER MAS GANAN dikembangkan karena jumlah balita yang tidak naik/tetap berat badannya masih cukup banyak. Ada sebanyak 187 anak dengan berat badan yang tetap/tidak naik (T) di bulan Januari 2023 yang tersebar di 3 kelurahan di wilayah kerja UPTD Puskesmas Bugangan. Inovasi ini ditujukan kepada orang tua balita yang tidak naik berat badannya, dengan tujuan dapat memberikan edukasi kepada orang tua balita dan harapannya dapat membuat modifikasi menu makanan tambahan bagi balita secara mandiri di rumah sehingga dapat menunjang peningkatan berat badan anak. Inovasi akan dinilai keberhasilannya dari ada tidaknya peningkatan berat badan balita.
Inovasi TRANSFORMER MAS GANAN (Demonstrasi Modifikasi Olahan Menu Makanan Tambahan Balita di Puskesmas Bugangan) diharapkan dapat membantu menunjang peningkatan berat badan anak. Kegiatan ini diawali dengan membuat rekap data penimbangan balita yang tidak naik berat badannya. Kemudian dilakukan validasi (penimbangan ulang) bagi balita yang tidak naik berat badannya. Kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi modifikasi resep menu makanan tambahan pada orang tua balita yang tidak naik berat badannya. Orang tua balita juga diajak mempraktikkan langsung pembuatan modifikasi menu makanan tambahan, diharapkan orang tua dapat membuat secara mandiri di rumah. Setelah dilakukan demonstrasi pada orangtua balita dilakukan penimbangan ulang untuk mengetahui ada tidaknya peningkatan berat badan setelah dilakukan intervensi. Bentuk kebaruan inovasi TRANSFORMER MAS GANAN adalah adanya peningkatan pengetahuan orang tua balita tentang modifikasi resep menu makanan tambahan bagi balita. Selain itu, adanya peningkatan berat badan sehingga dapat menurunkan kasus 3T.
Inovasi TRANSFORMER MAS GANAN diimplementasikan sejak diterbitkan Surat Keputusan Kepala UPTD Puskesmas Bugangan Nomor 012/SK/I/2023 tentang Inovasi Transformer Mas Ganan. Bentuk kebaruan dari inovasi TRANSFORMER MAS GANAN adalah adanya peningkatan pengetahuan orang tua balita tentang modifikasi menu makanan tambahan bagi balita, serta kemampuan untuk dapat mempraktikkannya secara mandiri. Selain itu, adanya peningkatan berat badan yang berdampak pada penurunan kasus 3T. Berikut tabel komparasi sebelum dan sesudah adanya inovasi sebagai berikut: Sebelum : pengetahuan dan ketrampilan orang tua balita belum kreatif dalam melakukan modifikasi menu olahan, berat badan balita tetap/tidak naik, masih adanya kasus 3T. Sesudah : Orangtua balita sudah mengetahui tentang modifikasi menu makanan tambahan bagi balita, adanya peningkatan berat badan, penurunan kasus 3T.
Inovasi TRANSFORMER MAS GANAN berpedoman kebijakan dan prosedur yang telah ditetapkan. Kegiatan Inovasi TRANSFORMER MAS GANAN mencakup:
Inovasi TRANSFORMER MAS GANAN menggunakan bahan yang mudah didapatkan serta pembuatan yang mudah, sehingga memudahkan orang tua dalam pembuatan secara mandiri. Hal ini membawa dampak yang signifikan dalam peningkatan pengetahuan orang tua balita. Selain itu, inovasi ini juga berdampak pada kenaikan berat badan anak, sehingga dapat menurunkan kasus 3T. Inovasi TRANSFORMER MAS GANAN diimplementasikan dalam beberapa prosedur tetap inovasi, yaitu sebagai berikut:
Monitoring dan evaluasi dilakukan secara internal dan eksternal. Evaluasi internal dilakukan oleh Tim Mutu Puskesmas Bugangan, sedangkan evaluasi eksternal dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Semarang. Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi bulanan dari bulan Januari – Desember 2023 terus mengalami penurunan jumlah kasus 3T, sebagaimana ditampilkan dalam tabel sebagai berikut: URAIAN BULAN Jan Feb Maret April Mei Juni Juli Agst Sept Okt Nov Des Jumlah balita 3T 68 52 48 34 30 20 19 13 12 11 9 8 Dampak apabila kasus 3T tidak tertangani dikhawatirkan status gizi balita menjadi lebih buruk, seperti terjadinya kasus gizi kurang (wasting/underweight), stunting, atau bahkan gizi buruk. Atau mungkin terjadi komplikasi penyakit yang lain. Untuk jumlah kasus lain yang terjadi di Puskesmas Bugangan antara lain sebagai berikut: stunting 5 balita, wasting 5 balita, underweight 11 balita dan gizi buruk 0 kasus. Inovasi TRANSFORMER MAS GANAN terbukti sangat efektif untuk membantu menunjang peningkatan berat badan balita. Terlihat data 3T tiap bulannya selalu menurun.
Inovasi TRANSFORMER MAS GANAN sangat mudah direplikasi karena menggunakan bahan dasar yang mudah didapatkan serta cara pembuatannya yang mudah.
Berikut disampaikan kondisi sumber daya yang mendukung berjalannya inovasi TRANSFORMER MAS GANAN yaitu:
Kegiatan demonstrasi dan sosialisasi yang dilaksanakan setiap bulan (bila ada kasus), refreshing kader setiap 6 bulan sekali serta terus melakukan monitoring dan evaluasi, serta pembaruan inovasi menjadi lebih menarik dan dapat diterima di masyarakat
Masalah yang sedang marak saat ini adalah adanya kasus stunting. Berbagai upaya dilakukan untuk mendukung penurunan kasus stunting salah satunya adalah dengan kunjungan rumah dan pemberian PMT pada balita stunting. Upaya tersebut membuahkan hasil yang baik yaitu adanya penurunan kasus stunting di wilayah kerja UPTD Puskesmas Bugangan. Stunting dapat disebabkan dari berbagai faktor salah satunya adalah berat badan anak yang tidak naik/tetap. Berat badan yang tidak naik/tetap dapat menyebabkan masalah kesehatan lain, seperti anak mudah sakit dan mengalami gangguan kesehatan, meningkatkan risiko masalah gizi, perkembangan kognitif, motorik, dan verbal pada anak kurang optimal dibandingkan dengan anak lain seusianya. Untuk itu, sebagai upaya preventif munculnya kasus stunting baru, Puskesmas Bugangan melahirkan inovasi TRANSFORMER MAS GANAN, dimana inovasi ini berfokus pada balita yang memiliki berat badan tetap/tidak naik selama 3 kali berturut – turut kunjungan ke posyandu. Dengan inovasi ini diharapkan mampu menunjang peningkatan berat badan balita, sehingga mencegah munculnya kasus stunting baru. Selain itu, inovasi TRANSFORMER MAS GANAN dikembangkan karena jumlah balita yang tidak naik/tetap berat badannya masih cukup banyak. Ada sebanyak 187 anak dengan berat badan yang tetap/tidak naik (T) di bulan Januari 2023 yang tersebar di 3 kelurahan di wilayah kerja UPTD Puskesmas Bugangan. Inovasi ini ditujukan kepada orang tua balita yang tidak naik berat badannya, dengan tujuan dapat memberikan edukasi kepada orang tua balita dan harapannya dapat membuat modifikasi menu makanan tambahan bagi balita secara mandiri di rumah sehingga dapat menunjang peningkatan berat badan anak. Inovasi akan dinilai keberhasilannya dari ada tidaknya peningkatan berat badan balita.
Masalah yang sedang marak saat ini adalah adanya kasus stunting. Berbagai upaya dilakukan untuk mendukung penurunan kasus stunting salah satunya adalah dengan kunjungan rumah dan pemberian PMT pada balita stunting. Upaya tersebut membuahkan hasil yang baik yaitu adanya penurunan kasus stunting di wilayah kerja UPTD Puskesmas Bugangan. Stunting dapat disebabkan dari berbagai faktor salah satunya adalah berat badan anak yang tidak naik/tetap. Berat badan yang tidak naik/tetap dapat menyebabkan masalah kesehatan lain, seperti anak mudah sakit dan mengalami gangguan kesehatan, meningkatkan risiko masalah gizi, perkembangan kognitif, motorik, dan verbal pada anak kurang optimal dibandingkan dengan anak lain seusianya. Untuk itu, sebagai upaya preventif munculnya kasus stunting baru, Puskesmas Bugangan melahirkan inovasi TRANSFORMER MAS GANAN, dimana inovasi ini berfokus pada balita yang memiliki berat badan tetap/tidak naik selama 3 kali berturut – turut kunjungan ke posyandu. Dengan inovasi ini diharapkan mampu menunjang peningkatan berat badan balita, sehingga mencegah munculnya kasus stunting baru. Selain itu, inovasi TRANSFORMER MAS GANAN dikembangkan karena jumlah balita yang tidak naik/tetap berat badannya masih cukup banyak. Ada sebanyak 187 anak dengan berat badan yang tetap/tidak naik (T) di bulan Januari 2023 yang tersebar di 3 kelurahan di wilayah kerja UPTD Puskesmas Bugangan. Inovasi ini ditujukan kepada orang tua balita yang tidak naik berat badannya, dengan tujuan dapat memberikan edukasi kepada orang tua balita dan harapannya dapat membuat modifikasi menu makanan tambahan bagi balita secara mandiri di rumah sehingga dapat menunjang peningkatan berat badan anak. Inovasi akan dinilai keberhasilannya dari ada tidaknya peningkatan berat badan balita.
Inovasi TRANSFORMER MAS GANAN membawa dampak yang signifikan dalam peningkatan pengetahuan orang tua balita. Selain itu, inovasi ini juga berdampak pada kenaikan berat badan anak, sehingga dapat menurunkan kasus 3T.