Kita harus menyadari bahwa kita sekarang kita hidup dalam sebuah lingkungan global yang sangat dinamis. Fenomena global yang ciri-cirinya kita ketahui, penuh perubahan, penuh kecepatan, penuh resiko, penuh kompleksitas dan penuh dengan kejutan-kejutan, yang seringkali jauh dari kalkulasi kita dan perhitungan-perhitungan kita. Oleh sebab itu perlu ada sebuah model baru, cara-cara baru, nilai-nilai baru dalam mencari solusi dari setiap masalah yang dihadapi dengan inovasi-inovasi, dan kita semuanya harus mau dan akan kita paksa untuk mau.
Visi Indonesia kedepan salah satunya adalah mengundang investasi seluas-luasnya dalam rangka membuka lapangan pekerjaan yang sebesar-besarnya jangan ada yang alergi terhadap investasi. Oleh sebab itu yang menghambat investasi semua harus dipangkas, baik itu perijinan yang lambat, yang berbelit-belit apalagi ada punglinya. Hati-hati kedepan saya pastikan akan saya kejar, akan saya control, saya cek dan akan saya hajar kalau diperlukan. Tolong ini dicatat karena kecepatan perijinan menjadikan kunci bagi reformasi birokrasi kita’ disampaikan oleh Bp. Presiden RI dalam - Visi Indonesia di Sentul International Convention Center (SICC) Bogor, Minggu (14/7/2019).
Apa yang disampaikan Bp. Presiden RI tersebut merupakan tindak lanjut dari apa yang terjadi bahwa saat ini investasi masih sering terjadi kendala-kendala dalam pelaksanaannya, sebagaimana media elektronik memberitakan dan diantaranya menyampaikan bahwa tata ruang masih dianggap sebagai penghambat pembangunan dan investasi.
Di sisi lain pertumbuhan ekonomi di Kota Semarang, khususnya pada masa pandemi cpvid-19 mengalami penurunan yang signifikan. Pertumbuhan ekonomi merupakan proses perubahan kondisi perekonomian suatu kota secara berkesinambungan menuju keadaan yang lebih baik selama periode tertentu. Pertumbuhan ekonomi suatu wilayah dapat diartikan juga sebagai proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan dalam regional.
Berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semrang Tahun 2021-2026, kondisi ekonomi makro selama lima tahun terakhir (tahun 2016–2020) menunjukkan terjadinya penurunan di tahun 2020 hingga mencapai minus 1,61 yang disebabkan oleh adanya Pandemi Covid-19. Tidak hanya Kota Semarang, pandemi ini juga berdampak pada menurunnya ekonomi di kabupaten/kota lain, bahkan sampai ke tingkat nasional. Berikut dapat dilihat perbandingan LPE Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah, dan Nasional tahun 2016-2020.
Namun demikian pada Tahun 2020 terdapat tiga laju pertumbuhan ekonomi tertinggi yang menurut lapangan usaha dicapai pada sektor Informasi dan Komunikasi sebesar 20,31%, disusul sektor Pertambangan dan Penggalian sebesar 2,49% serta sektor Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial sebesar 2,38%.
Munculnya unicorn-unicorn yaitu perusahaan startup yang mempunyai nilai 1 Milyar US Dollar di Indonesia berkembang secara pesat menandakan terjadinya perkembangan informasi dan komunikasi yang dapat merubah kebiasaan kita dimasa yang akan datang.
Dengan demikian dapat dilihat bahwa sektor informasi dan komunikasi menjadi solusi yang merupakan suatu cara-cara baru, nilai-nilai baru dalam menjalankan perekonomian dan kehidupan di masa yang akan datang.
Kedudukan Kota Semarang sebagai ibukota provinsi Jawa Tengah dan ditunjang lokasi yang strategis pada jalur lalu lintas ekonomi Pulau Jawa menjadikan Kota Semarang tidak hanya berperan sebagai pusat pemerintahan tetapi juga salah satu pusat ekonomi di Jawa Tengah. Kota Semarang memiliki lokasi strategis sebagai koridor pembangunan di Provinsi Jawa Tengah yang terdiri dari empat simpul pintu gerbang yaitu koridor pantai utara, koridor selatan, koridor timur dan koridor barat, dan juga didukung sejumlah fasilitas transportasi seperti Pelabuhan Tanjung Emas, Bandar Udara Internasional Ahmad Yani, Terminal Terboyo, serta Stasiun Kereta Api Tawang dan Poncol yang semakin menguatkan peran Kota Semarang sebagai simpul aktivitas pembangunan sekaligus gerbang perekonomian di Provinsi Jawa Tengah dan bagian tengah Pulau Jawa.
Moda transportasi yang lengkap dan memadai yang ditunjang dengan lokasi strategis yang dimiliki Kota Semarang semakin menguntungkan dengan adanya proyek strategis nasional pembangunan jalan tol Trans Jawa yang melintasi Kota Semarang. Hal ini menjadikan Kota Semarang berpotensi menjadi salah satu kota transit yang akan mendorong peningkatan mobilitas orang maupun barang di Kota Semarang.
Dari uraian diatas, beberapa isu strategis yang muncul dalam pelaksanaan penyelenggaraan urusan pekerjaan umum dan tata ruang pada Dinas Penataan Ruang Kota Semarang adalah :
Berdasarkan 5 (lima) isu strategis yang tersebut diatas, jika dianalisis dengan menggunakan ASTRID (Aktual, Spesifik, Transformasi, Relevan dan Dapat dilaksanakan sesuai materi yang disampaikan pada masa pelatihan) dituangkan dalam tabel 1 sebagai berikut :
Tabel 1.
Analisa Isu Strategis
| NO |
ISU STRATEGIS |
KRITERIA | S K O R | R A N K | ||||||||
| A | S | T | R | I | D | |||||||
| BOBOT | 15 | 10 | 10 | 15 | 20 | 30 | 100 | |||||
| 1. | Belum tertatanya Penataan Ruang | 15 | 10 | 5 | 15 | 20 | 5 | 70 | 5 | |||
| 2. | Tata Ruang masih dikonotasikan penghambat pembangunan dan investasi | 15 | 10 | 10 | 15 | 20 | 25 | 95 | 1 | |||
| 3. | Dokumen Tata Ruang belum dipahami dan dimanfaatkan secara maksimal | 15 | 10 | 5 | 15 | 5 | 25 | 75 | 2 | |||
| 4. | Pelayanan Perijinan belum terintegrasi secara menyeluruh | 15 | 10 | 10 | 5 | 20 | 10 | 70 | 4 | |||
| 5. | Pengembangan Kantor Maya sebagai solusi work from anywhere | 15 | 10 | 10 | 5 | 20 | 15 | 75 | 3 | |||
( Sumber : dielaborasi dari persiapan rencana aksi perubahan)
Dari Hasil dilaksanakannya Studi Lapangan ke Pemerintah Kota Padang Provinsi Sumatra Barat pada tanggal 8-11 Juni 2022, dimana tujuan dilaksanakan Stula antara lain untuk mendapatkan lesson learnt, mengadopsi, dan mengadaptasi keunggulan dan strategi peningkatan kapasitas kepemimpinan yang berkinerja tinggi dalam manajemen pelaksanaan kegiatan pembangunan melalui pengalaman best practicess dan aplikasinya dalam upaya peningkatan kinerja organisasi dalam pelayanan publik. Beberapa aspek yang dapat didapatkan dalam Stula di Dinas Kesehatan Kota Padang dapat dijelaskan sebagai berikut:
Inovasi yang dilakukan oleh Puskesmas Padang Pasir adalah Inovasi Kelas IMUD. Inovasi Kelas IMUD dilakukan secara berkelanjutan, kelas dimulai tanggal 24 Maret 2016, setiap kelas 3 kali pertemuan dan terlaksana sebanyak 5 angkatan dengan jumlah peserta 83 orang. Telah dilaksanakan Kelas IMUD dalam 5 (lima) Angkatan.
4. Gagasan Inovasi dan Judul
Dari Identifikasi dan analisis isu strategis serta diagnosa organisasi pada Dinas Penataan Ruang di Kota Semarang, maka Aksi Perubahan Kinerja Organisasi ini mengangkat isu strategis yaitu paradigma/stigma tata ruang sebagai penghambat iklim investasi yang berdampak pada kurang optimalnya pelayanan publik di Bidang Tata Ruang. Untuk itu Inovasi yang dilakukan yaitu mewujudkan tata ruang yang ramah investasi di Kota Semarang yang merupakan upaya menangkis paradigma tata ruang penghambat iklim investasi dengan melakukan diagnosa dan optimalisasi pada sektor kelembagaan, sumberdaya manusia, proses pelayanan, serta pengembangan teknologi informasi yang mampu menjawab tuntutan investasi secara tepat, cepat, mudah dan murah dalam kerangka memberikan kepastian kelayakan dalam berinvestasi serta memberikan solusi alternatif dalam berinvestasi.
Secara umum tujuan gagasan aksi perubahan ini adalah untuk mewujudkan iklim ramah investasi di Kota Semarang sebagai upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan peforma kinerja pelayanan publik bidang tata ruang di Kota Semarang.
Mengimplementasikan suatu sistem yang mampu menjawab kebutuhan investasi di Kota Semarang dimana masyarakat/investor dapat mengakses informasi tata ruang secara mudah serta melakukan simulasi investasi di Kota Semarang secara online sehingga calon investor akan merasakan kemudahan, akurat, cepat dan tanpa biaya dalam memulai suatu studi kelayakan dan kegiatan investasi di Kota Semarang.
Melakukan monitoring dan evaluasi serta melakukan perbaikan atas masukan yang berikan oleh pengguna layanan dan memastikan sistem berjalan dengan baik sehingga outputnya adalah suatu sistem yang telah dilaksanakan ujicoba dan telah mendapatkan masukan dari pengguna layanan sehingga diharapkan sistem telah sesuai dari segi aspek tuntutan pengguna layanan.
Melakukan peningkatan kemampuan sistem dengan berbagai fitur sesuai dengan perkembangan jaman serta mengintegrasikannya dengan sistem-sistem yang lain tersedia dengan memperluas jejaring kerja dengan stakeholder terkait baik pemerintah maupun non pemerintah yang mencakup pelayanan informasi dan kajian tata ruang, media peran serta masyarakat dan monitoring evaluasi guna mewujudkan Pengelolaan Penataan Ruang Terpadu berbasis teknologi informasi sebagai upaya peningkatan kinerja pelayanan publik bidang tata ruang di Kota Semarang.
Manfaat rancangan aksi perubahan berjudul Implementasi Artificial Intellegence (AI) untuk mewujudkan ramah investasi di Kota Semarang adalah sebagai berikut :