Permasalahan sampah sudah kerap kali menjadi bahan pembicaraan di berbagai kalangan, baik dari lingkungan tingkat rukun tetangga, rukun warga, kelurahan, provinsi bahkan tingkat nasional.Namun sepertinya, sampai saat ini belum terlihat adanya langkah yang konkrit dari pemerintah maupun seluruh lapisan masyarakat guna menanggulangi masalah sampah. Hal ini karena penyelesaian masalah sampah masih bersifat konvensional, tidak terintegrasi atau terkoordinasi, dan kurang memanfaatkan potensi yang ada di lembaga pemerintah, swasta dan masyarakat
Penanganan masalah sampah perlu kerja sama yang nyata antara pemerintah dan masyarakat demi terwujudnya kebersihan dan keindahan lingkungan yang didambakan bersama. Permasalahan sampah mempunyai potensi dampak negatif yang akan mempengaruhi berbagai segi kehidupan, baik secara langsung maupun tidak langsung. Selain menjadi sumber bakteri penyakit dan pencemaran lingkungan.
Hal ini sejalan dengan visi dan misi Puskesmas Kagok, untuk memberdayakan masyarakat dalam mengelola sampahnya agar bisa bermanfaat, baik untuk anggotanya maupun untuk masyarakat disekitarnya. Bank Sampah didirikan atas pemikiran masalah sampah yang berdampak negatif menjadi sesuatu yang positif dan bertujuan untuk mendorong perubahan budaya masyarakat terhadap sampah yang berdampak positif terhadap sektor kesehatan, antara lain : kesehatan lingkungan, penurunan angka penyakit dan partisipasi masyarakat untuk program UHC Kota Semarang. Sehingga timbul pemikiran untuk melakukan inovasi MASDARLINGKU ( Masyarakat Peduli Sampah dan Sadar Lingkungan untuk UHC ). sebagai dukungan kepada keputusan walikota semarang yang tertuang dalam Peraturan Walikota (PERWALI) Kota Semarang Nomor 43 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Jaminan Kesehatan.
Penanganan masalah sampah perlu kerja sama yang nyata antara pemerintah dan masyarakat demi terwujudnya kebersihan dan keindahan lingkungan yang didambakan bersama. Permasalahan sampah mempunyai potensi dampak negatif yang akan mempengaruhi berbagai segi kehidupan, baik secara langsung maupun tidak langsung. Selain menjadi sumber bakteri penyakit dan pencemaran lingkungan.
Inovasi ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat dengan mendirikan bank sampah dalam mengelola sampahnya yang terbuang menjadi uang. Hasilnya bisa dimanfaatkan oleh masyarakat itu sendiri dan bisa membantu dalam pembiayaan dan pendanaan iur UHC maupun pemanfaatan lainnya. Ini sejalan dengan pemikiran dari Pemerintah Kota Semarang, dalam ini dibawah kendali Dinas Kesehatan Kota Semarang untuk bekerjasama dengan BPJS dalam pembayaran UHC oleh komunitas bank sampah.
Inovasi ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat dengan mendirikan bank sampah dalam mengelola sampahnya yang terbuang menjadi uang. Hasilnya bisa dimanfaatkan oleh masyarakat itu sendiri dan bisa membantu dalam pembiayaan dan pendanaan iur UHC maupun pemanfaatan lainnya. Ini sejalan dengan pemikiran dari Pemerintah Kota Semarang, dalam ini dibawah kendali Dinas Kesehatan Kota Semarang untuk bekerjasama dengan BPJS dalam pembayaran UHC oleh komunitas bank sampah. Untuk mendirikan bank sampah yang berbasis membantu pendanaan iur UHC diperlukan dukungan dari masyarakat seperti dari Lurah, tim penggerak PKK, FKK, LPMK, Karang Taruna, pengelola bank sampah, tokoh masyarakat, warga masyarakat RW, RT, instansi pemerintah, sekolah-sekolah, dan dukungan dari swasta (pengusaha) seperti para pedagang lapak baik pabrik, pengepul barang bekas dan tukang rosok individu.
Inovasi MASDARLINGKU bisa dimanfaatkan oleh masyarakat itu sendiri dan bisa membantu dalam pembiayaan dan pendanaan iur UHC maupun pemanfaatan lainnya. Ini sejalan dengan pemikiran dari Pemerintah Kota Semarang, dalam ini dibawah kendali Dinas Kesehatan Kota Semarang untuk bekerjasama dengan BPJS dalam pembayaran UHC oleh komunitas bank sampah. Untuk mendirikan bank sampah yang berbasis membantu pendanaan iur UHC diperlukan dukungan dari masyarakat seperti dari Lurah, tim penggerak PKK, FKK, LPMK, Karang Taruna, pengelola bank sampah, tokoh masyarakat, warga masyarakat RW, RT, instansi pemerintah, sekolah-sekolah, dan dukungan dari swasta (pengusaha) seperti para pedagang lapak baik pabrik, pengepul barang bekas dan tukang rosok individu.
Berdasarkan data dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan pengelolaan sampah berhasil melalui program MASDARLINGKU dibuktikan dengan pengurangan jumlah sampah ditahun 2020 sampai dengan 2023 serta masyarakat yang mendapat bantuan iur dari program ini sebanyak 37 orang. Kondisi ini membawa manfaat yang sangat luas dimana masyarakat bisa mendapatkan manfaat dari pengeloaan limbah lingkungan.