Dasar Hukum :
Dasar Hukum pada inovasi ini adalah UU No. 17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan serta Peraturan Walikota Semarang Tahun 2019 tentang Roadmap Penguatan Sistem Inovasi Daerah (SIDA) Kota Semarang Tahun 2016-2021 yang mengamanatkan pengembangan inovasi dalam pelayanan publik, khususnya bidang kesehatan. Implementasi SIMANTAP selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kota Semarang (RPJM) Tahun 2025 Kota Semarang dan komitmen terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 3 (Kesehatan dan Kesejahteraan) dan SDG 9 (Industri, Inovasi, Infrastruktur). Dalam RPJM Kota Semarang di Bagian Kesehatan tertuang RSUD K.R.M.T Wongsonegoro ditunjuk oleh Kemenkes RI sebagai Rumah Sakit Jejaring Pengampuan Pelayanan Prioritas Kanker Jantung Stroke Uronefrologi Kepmenkes No. HK.01.07 . MENKES-1337-2023 tentang Rumah Sakit Jejaring Pengampun Pelayanan Kanker. Saat ini, RSUD K.R.M.T Wongsonegoro berada di strata madya. Untuk melangkah pada strata utama, diperlukan kelengkapan sarana dan prasarana, serta sumber daya manusia yang sesuai dengan strata utama. Upaya rencana tindak lanjut dalam memecahkan permasalahan diantaranya penguatan screening pada masyarakat dengan intervensi personal “MENTARI SEHAT NUSANTARA”, yaitu upaya untuk mendeteksi adanya gejala, potensi, dan tanda-tanda dari suatu penyakit tertentu, sehingga dapat dilakukan diagnosis dan penanganan secara dini melalui pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh atau medical chek up.
Rencana program dan kegiatan yang akan dilaksanakan adalah sebagai berikut :
Permasalahan
Pada awal tahun tahun 2023 di rawat jalan RSD K.R.M.T Wongsonegro terjadi darurat limbah kertas disebabkan banyaknya pemakaian kertas selama pemeriksaan MMPI, pengerjaan dan pengolahan data yang lama dikarenakan antrian yang panjang, penyediaan tempat duduk yang ada mejanya untuk mengerjakan soal, belum adanya aplikasi MMPI secara digital, serta keterbatasan SDM , hal ini sesuai SDGs Pemerintah Kota Semarang.
Permasalahan Makro :
Masyarakat Semarang, khususnya di daerah terpencil, masih menghadapi kendala aksesibilitas
terhadap layanan Kesehatan Jiwa yang memadai.
Kurangnya pemahaman masyarakat tentang kesehatan jiwa menyebabkan keterlambatan deteksi
dan penanganan masalah Kesehatan Jiwa.
Kesenjangan akses teknologi informasi antara wilayah perkotaan dan pedesaan menghambat
pemerataan layanan Kesehatan jiwa.
Permasalah Mikro (RSD K.R.M.T Wongsonegoro )
Output : Implementasi SIMANTAP berupa aplikasi digital terintegrasi untuk pemeriksaan MMPI, pelatihan SDM dan pengadaan infrastruktur pendukung (perangkat lunak dan keras).
Isu Strategis
Berdasarkan permasalahan tersebut RSD K.R.M.T Wongsonegoro menciptakan “Inovasi SIMANTAP” : Sistem Pelayanan Minnesota Multiphasic Personality Inventory (MMPI) Satu Atap. Inovasi ini digagas, diinisiasi dan diterapkan ditengah masyarakat dan berdampak pada perubahan (perbaikan) indikator kinerja RB Tematik khususnya terciptanya beirokrasi tangkas dan pelayanan publik yang prima berbasis digital karena mempercepat reformasi birokrasi pemerintahan yang bersih, efektif dan berdaya saing dengan meningkatkan efisiensi pelayanan MMPI yang berorientasi pelayanan sehingga efisiensi pelayanan MMPI dapat tertangani dengan cepat, tepat, professional serta bersih dari KKN.
Inovasi ini selaras dengan Misi Asta Cita ke-4: Memperkuat pembangunan SDM, sains, teknologi, pendidikan,kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender serta penguatan peran Perempuan dan pemuda dan penyandang disabilitas, serta sesuai dengan target kinerja RPJMD Tahun 2021-2026 yaitu Meningkatkan kualitas dan pemerataan pelayanan kesehatan, direalisasikan dengan tercapainya pemeriksaan kesehatan gratis dengan skrining kesehatan mental yang mudah di akses oleh Masyarakat Program Efisiensi Pelayanan MMPI di Kota Semarang berhasil melalui Inovasi SIMANTAP dibuktikan dengan meningkatnya Masyarakat untuk melakukan pemeriksaan test sebesar 100 % serta Tingkat Kepuasan Masyarakat yang melakukan pemeriksaan test MMPI melalui Survey Kepuasan Pelanggan yang bisa diakses melalui Google Form . Kondisi ini membawa manfaat yang luas dibidang Kesehatan.
Metode Pembaharuan
Inovasi SIMANTAP diimplementasikan sejak diterbitkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2022 tentang Pedoman Pemeriksaan Kesehatan Jiwa Unutk Kepentingan Pekerjaan atau Jabatan Tertentu dan Surat Keputusan Direktur No. 192 Tahun 2022 tentang Pedoman Pelayanan Instalasi Rawat Jalan di Rumah Sakit Daerah K.R.M.T Wongsonegoro.
Inovasi SIMANTAP dikembangkan karena untuk meningkatkan efisiensi Pelayanan MMPI yang sebelumnya dilakukan secara konvensional menjadi layanan MMPI berbasis digital, yang cepat, efektif dan efisiensi.
SEBELUM SIMANTAP : Sistem manual, berbasis kertas, proses lambat antrian panjang, keterbatasan akses informasi, rawan kesalahan.
SESUDAH SIMANTAP : Sistem digital, terintegrasi, proses cepat dan efisien , akses informasi mudah, pelayanan lebih nyaman, mengurangi kesalahan manusia, terintegrasi dengan Sistem Kesehatan Nasional
Keunggulan dan Kebaharuan
SIMANTAP menawarkan Solusi yang lebih cepat, lebih pintar, lebih murah, lebih mudah dan lebih baik dibandingkan sistem konvensional, keunggulan meliputi :
Inovasi SIMANTAP juga memiliki beberapa keunggulan dibandingkan inovasi sejenis lainnya dalam hal :
Penggunaan aplikasi MMPI yang berbasis digital, pasien melakukan scan barcode melalui aplikasi SIMANTAP, praktis dan mudah
Pasien tidak perlu mengantri dan nilai survey kepuasan pelayanan MMPI meningkat
Bentuk kebaharuan inovasi SIMANTAP : melakukan digitalisasi soal-soal MMPI
Bentuk kebaharuan inovasi SIMANTAP antara lain ditunjukkan dengan tabel komprasi sebelum
dan sesudah dilakukan inovasi sebagai berikut :
|
No |
Uraian |
Sebelum |
Sesudah |
|
1 |
Pemakaian kertas |
Tahun 2023 = 90.840 |
Tahun 2023 = 21.196 |
|
2 |
Biaya yang dikeluarkan untuk mencetak |
Tahun 2023 : 90.840 x Rp. 500,-= Rp. 45.420.000,- |
Tahun 2023 = 21.196 x Rp.500 = Rp.10.598.000,- |
|
3 |
Waktu Pengerjaan Soal dan Pengolahan Data |
180 menit |
45 menit |
Inovasi ini memiliki potensi replikasi
Inovasi ini relevan diterapkan diberbagai RS dan wilayah. Terbukti Rumah Sakit di Jateng dan di luar Kota Semarang mereplikasi inovasi ini. Pada skala nasional, inovasi ini mendukung pelaksanaan Program Presiden Asta Cita yaitu meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia, dan Visi Jawa Tengah Maju dan Berkelanjutan dengan indikator Pilar Pembangunan Daerah Transformasi Sosial yaitu meningkatkan indeks modal manusia.
Inovasi dipublikasi melalui media sosial milik RSWN, Pemerintah Kota Semarang dan media online untuk penyebaran keberhasilan inovasi SIMANTAP.
Tahapan Inovasi
Pembaharuan SK Tim Inovasi : Januari 2024
Pembaharuan Sitem dan Revisi SPO : Juni 2024
Surat Edaran Walikota Semarang : Juli 2024
Implementasi : Tahun 2023 s.d sekarang
Manfaat SIMANTAP yang relevan dengan RPJM tahun 2025 dan SDGs Kota Semarang antara lain :
Simantap memungkinkan pengelolaan data pegawai yang lebih efisien dan akurat
|
No |
Nama Barang |
Sebelum Inovasi |
Sesudah Inovasi |
|
|
Alat Tulis Kantor |
|
|
|
1 |
Balpoin Merah |
Rp.114.000,- |
- |
|
2 |
Refill Toner |
Rp. 140.000,- |
Rp. 70.000,- |
|
3 |
Kertas HVS |
Rp.1.643.000,- |
Rp.898.000,- |
|
|
JUMLAH |
Rp.1.897.000,- |
Rp.968.000,- |
|
|
Efisiensi ATK (Selisih Sebelum dan Sesudah Inovasi ) = Rp.929.000,- |
||
|
4 |
Meja |
100 buah |
- |
|
|
Efisiensi Penggunaan Meja : - |
||
|
5 |
Rata-rata pengerjaan soal |
02:13:43 (2jam 13 menit 43 detik) |
01:03:00 (1 jam 3 menit 0 detik) |
|
|
Efisiensi Waktu Pengerjaan Soal : 01:10:43 ( 1jam 10 menit 43 detik) |
||
Berdasarkan data diatas dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan Efisiensi pemeriksaan Test di Kota Semarang berhasil melalui Inovasi SIMANTAP dengan meningkatnya Kepercayaan masyarakat untuk melakukan MMPI di RSD K.R.M.T Wongsonegoro Tahun 2023 = 100% serta efisiensi biaya sebesar Rp. 45.420.000,- dalam kurun waktu 3 bulan ( bulan Maret s.d Mei 2023). Kondisi imi membawa manfaat yang luas dibidang keuangan dan administrasi. Manajemen dapat melakukan efisiensi biaya, waktu, petugas (rumah sakit) dalam memberikan pelayanan MMPI menjadi lebih cepat, mudah dan praktis, sehingga pemeriksaan MMPI dapat termonitor dengan baik dan sesuai dengan target yang telah disepakati.